Tak Selalu Buruk, Stres dan Depresi Diperlukan Seseorang demi Kehidupan Sosial

Minggu, 23 Januari 2022 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Tak Selalu Buruk, Stres dan Depresi Diperlukan Seseorang demi Kehidupan Sosial Ilustrasi stres. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Stokkete

Merdeka.com - Walau menyusahkan dan menjadi beban pikiran, namun ternyata stres ternyata juga diperlukan oleh seseorang. Sebuah penelitian bahkan mengungkap bahwa stres dan depresi juga bisa memiliki dampak positif pada seseorang secara sosial.

Dilansir dari The Health Site, hasil temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Stress and Health. Pada penelitian tersebut tim peneliti termasuk dari Penn State menemukan manfaat dari stres ini.

Diketahui bahwa mengalami stres membuat seseorang menjadi lebih banyak mendapat dan memberi dukungan emosial dari dan untuk orang lain. Manfaat ini muncul pada hari penelitian bahkan pada esok harinya.

Peneliti mengatakan walau bisa berdampak buruk pada kesehatan, namun terdapat manfaat juga dari stres ini.

"Hasil penelitian kami menyatakan bahwa walau mengalami hari yang buruk, namun tak berarti bahwa hal ini sepenuhnya tidak sehat," terang David Almeida, peneliti dari temuan ini.

"Jika stres bisa menghubungkan kita dengan orang lain, yang sangat penting bagi pengalaman hidup manusia, saya beranggapan bahwa hal ini bermanfaat. Stres bisa secara potensial membantu seseorang menyesuaikan dengan situasi negatid dengan mendorong mereka untuk lebih dekat dengan orang lain," sambungnya.

2 dari 3 halaman

Pada penelitian ini, terdapat 1.662 partisipan yang diwawancarai setiap malam selama delapan hari. Pertanyaan berkisar mengenai penyebab stres dan apakan mereka memberi atau mendapat dukungan emosional pada hari tersebut.

Penyebab stres in termasuk argumen, kejadian penyebab stres di sekolah atau tempat kerja, maupun penyebab stres di rumah.

Peneliti mengetahui bahwa secara rata-rata, partisipan dua kali lebih besar peluangnya untuk memberi atau mendapat dukungan emosional pada hari penyebab stres ini. Mereka juga 26 persen lebih mungkin mengalaminya pada esok harinya. Perbedaan pada partisipan pria dan wanita diketahui cukup kecil.

3 dari 3 halaman

Wanita cenderung untuk lebih terlibat dalam memberi dan menerima dukungan emosional dibanding pria. Pasalnya wanita diketahui lebih mencari dukungan emosional dari orang lain ketika tengah stres. Hal yang sama sebenarnya juga dilakukan pria walau dalam jumlah lebih sedikit.

Peneliti mengaku cukup terkejut bahwa stres ternyata tak hanya berhubungan dengan seseorang mendapat dukungan emosional semata. Seseorang yang mengalami stres bahkan juga terlibat dalam memberi dukungan emosional. Hal ini tentu merupakan dampak baik dalam hubungan sosial milik seseorang. [RWP]

Baca juga:
Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Bisa Menjadi Cara Cegah Terjadinya Komplikasi Penya
Begini Cara Membedakan Terjadinya Kontraksi dengan Konstipasi
Apa yang Terjadi Bila Tubuh Kelebihan Vitamin D?
Penyintas Kanker Ovarium Miliki Risiko Kekambuhan Usai Jalani Pengobatan
Sering Dianggap Sama, Ketahui Perbedaan Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu Sapi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini