Sejumlah Kondisi yang Normal Terjadi Usai Anak Menjalani Sunat
Merdeka.com - Usai menjalani sunat, seorang anak biasanya bakal mengalami kondisi tertentu pada diri mereka. Usai menjalani operasi sunat ini biasanya memunculkan sejumlah reaksi umum.
Yessi Eldiyani, dokter spesialis bedah anak mengatakan, umumnya setelah pasien disunat, mereka akan mengalami reaksi jangka pendek yang tidak membahayakan dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
"Reaksi tersebut antara lain seperti rasa ngilu pada kepala penis yang baru dikhitan. Hal tersebut wajar dan terjadi karena kepala penis menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan atau kontak celana dalam," kata dokter Rumah Sakit Pondok Indah.
Biasanya, perasaan ngilu itu akan semakin berkurang dalam waktu dua sampai empat minggu.
Beberapa masalah seperti infeksi atau komplikasi setelah sirkumsisi bisa saja terjadi. Namun, infeksi luka terbilang jarang. Yessi mengatakan, angkanya kurang dari lima persen.
"Namun, apabila itu terjadi maka pemberian antibiotik oral dan mandi teratur dapat mengurangi infeksi tersebut," katanya.
Ketika tindakan berlangsung, pasien juga bisa mengalami perdarahan ringan di sela-sela jahitan sirkumsisi. Meski begitu, jika ini tidak sampai mengalir atau terjadi perdarahan lain ketika anak ereksi di pagi hari satu hingga dua hari setelah disunat, kondisi tersebut masih normal.
"Ketika terjadi, perdarahan tersebut cukup dikeringkan dan dioles salep antibiotik topikal untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi," ujar Yessi.
Yang patut diwaspadai adalah ketika ada perdarahan tidak wajar dengan jumlah banyak bahkan tidak berhenti setelah ditekan dengan kain kassa. Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk menangani masalah itu.
Masalah lain yang juga bisa muncul adalah meatal stenosis atau penyempitan atau perlekatan muara saluran kemih. Yessi mengatakan, kondisi tersebut bisa terjadi pada 11 persen kasus pasien sirkumsisi.
"Pada bayi, hal tersebut berhubungan dengan dermatitis yang disebabkan karena kontak dengan popok sekali pakai, sedangkan pada anak yang lebih besar, hal ini berhubungan dengan balanitis xerotica obliterans," tandasnya.
Reporter: Giovani Dio PrasastiSumber: Liputan6.com
(mdk/RWP)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya