Makan Tahu Tempe Bikin Asam Urat? Ini Berbagai Pantangannya

Bagi individu yang menderita asam urat, penting untuk menghindari konsumsi makanan yang kaya akan purin.

Eka Fadhila K. P.
Oleh Eka Fadhila K. P. - Reporter
Makan Tahu Tempe Bikin Asam Urat? Ini Berbagai Pantangannya
Benarkah tahu dan tempe dapat sebabkan asam urat? (© 2024 pexels.com)

Makan Tahu Tempe Bikin Asam Urat? Ini Berbagai Pantangannya

Bagi individu yang menderita asam urat, penting untuk menghindari konsumsi makanan yang kaya akan purin. Tetapi, apakah kita perlu mempertimbangkan tahu dan tempe? Mari cari jawabannya!

Makanan khas Indonesia yang populer, tahu dan tempe, banyak disukai baik oleh masyarakat lokal maupun internasional.

Keduanya tidak hanya terkenal karena rasanya yang lezat dan kandungan protein tinggi, tetapi juga karena harganya yang terjangkau.

Keanekaragaman dalam memasak tahu dan tempe menjadikannya pilihan yang menarik untuk dikonsumsi setiap hari, tanpa membuat bosan.

Namun, beberapa orang mulai mengeluhkan masalah asam urat setelah mengonsumsi makanan ini secara teratur.

Apakah konsumsi tahu dan tempe memang berpengaruh pada tingkat asam urat?

Informasi terkait dampak kesehatan dari konsumsi tahu dan tempe akan dijelaskan pada Rabu (20/3/2024).

Tahu Tempe Sebabkan Asam Urat?

<b>Tahu Tempe Sebabkan Asam Urat?</b><br>
© 2024 unsplash.com

Purin merupakan salah satu zat yang sebaiknya dihindari oleh individu yang mengalami masalah dengan asam urat.

Kandungan purin dalam tahu dan tempe termasuk dalam kategori menengah, yakni sebanyak 140 mg purin per porsi 100 gram.

Kandungan purin ini muncul akibat proses fermentasi yang terjadi selama pembuatan kedua produk tersebut.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal European Journal of Nutrition pada tahun 2015 menyatakan bahwa  mengonsumsi tahu, tempe, atau produk kedelai lainnya dalam jumlah yang wajar tidak signifikan meningkatkan kadar asam urat pada orang dewasa.

Selain itu, disarankan untuk tidak mengonsumsi tahu dan tempe secara bersamaan dengan makanan lain yang kaya akan purin, karena keduanya tetap mengandung purin meskipun dalam kadar sedang.




Dok. Istimewa
© 2024 unsplasa.com

Makanan yang Sebabkan Asam Urat

Beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan purin tinggi perlu dibatasi atau bahkan dihindari dalam konsumsi, di antaranya:

1. Daging merah
2. Makanan laut
3. Jeroan
4. Daging bebek dan angsa
5. Makanan olahan atau makanan kaleng yang telah diawetkan
6. Dessert yang tinggi gula, seperti kue dan kue kering yang manis

Makanan-makanan tersebut mengandung purin hingga 150 mg. Konsumsi makanan ini dapat menyebabkan kambuhnya asam urat pada penderita.

Gejalanya termasuk pembengkakan, nyeri hebat pada persendian, munculnya memar atau kemerahan pada kulit, serta dapat memicu pembentukan tophi atau kristal asam urat.

Dok. Istimewa
© 2024 unsplash.com

Minuman Penyebab Asam Urat

Selain makanan, beberapa jenis minuman yang perlu dihindari oleh orang yang menderita asam urat termasuk:

1. Minuman yang mengandung alkohol
2. Bir, baik yang mengandung alkohol maupun yang tidak
3. Minuman yang mengandung kafein
4. Minuman berenergi
5. Minuman kemasan dengan kadar gula tinggi

Dok. Istimewa
© 2024 unsplash.com

Beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang yang menderita asam urat antara lain adalah:

Dada ayam, telur, ikan salmon, tuna, serta biji-bijian utuh seperti gandum dan beras merah, juga kacang-kacangan.

Obat Tradisional Asam Urat

Penggunaan obat-obatan kimia seringkali menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, penggunaan herbal sebagai alternatif pengobatan dianggap lebih aman. Di bawah ini terdapat beberapa jenis herbal yang dapat dikonsumsi untuk mendukung pengobatan asam urat.

1. Jahe

1. Jahe
© 2024 unsplash.com

Jahe memiliki sifat anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada penderita asam urat.

2. Kunyit

2. Kunyit
© 2024 unsplash.com

Kunyit mengandung curcumin yang merupakan senyawa anti radang, sehingga dapat menjadi pilihan herbal untuk membantu pengobatan asam urat.

3. Cuka Apel

3. Cuka Apel
© 2024 unsplash.com

Cuka apel, selain bersifat anti-inflamasi, juga dapat meningkatkan tingkat kebasaan dalam tubuh untuk mencegah penumpukan asam urat dan membantu pembuangan asam urat dari dalam tubuh.

4. Tanaman Jelatang

4. Tanaman Jelatang
© 2024 https://shopee.co.id/

Tanaman Jelatang mengandung hox alpha yang berperan sebagai zat anti radang, sehingga dapat membantu mengurangi pelepasan sitokin penyebab radang pada sendi.

5. Meniran Hijau

5. Meniran Hijau
© 2024 liputan6.com

Meniran hijau diyakini dapat menghambat pembentukan asam urat dalam tubuh dan membersihkan asam urat yang telah menumpuk.

Rekomendasi