Penting Diketahui, Ini Perbedaan Antara Psikopat dan Sosiopat

Kamis, 9 Januari 2020 00:40 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Penting Diketahui, Ini Perbedaan Antara Psikopat dan Sosiopat Ilustrasi marah. © Pixabay

Merdeka.com - Salah satu sebutan yang sering muncul pada seseorang adalah psikopat. Selain itu, terdapat sebutan lain yang juga mungkin muncul yaitu sosiopat. Keduanya merupakan sebutan yang mungkin diberikan pada seseorang dengan kondisi kejiwaan tertentu.

walau sering digunakan, dilansir dari Web MD, pada dasarnya kedua hal ini tidak digunakan oleh dokter sebagai suatu diagnosis kesehatan. Secara medis, istilah yang digunakan untuk menjelaskan masalah ini adalah gangguan kepribadian antisosial.

Pakar kejiwaan percaya bahwa psikopat dan sosiopat memiliki hal dan sifat yang serupa. Keduanya sama-sama bisa membuat seseorang kesulitan membedakan antara yang baik dan buruk. Mereka juga kesulitan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain.

Walau memiliki sejumlah kesamaan, namun tetap terdapat perbedaan dari kedua hal ini. Salah satu hal utama yang membedakan keduanya adalah terkait ada tidaknya kesadaran ketika melakukan suatu perbuatan.

1 dari 4 halaman

Perbedaan Sosiopat dan Psikopat

Salah satu hal penting yang membedakan antara psikopat dan sosiopat adalah terkait adalah kesadaran yang dimiliki. L. Michael Tompkins, EdD psikolog dari Sacramento County Mental Health Treatment Center mengungkap bahwa hal ini merupakan rasa yang muncul dan mengingatkan dari dalam diri ketika seseorang melakukan hal yang salah.

Seorang psikopat diketahui tidak memiliki kesadaran terkait baik dan buruk ini. Dia bisa secara biasa melakukan hal buruk pada orang lain tanpa adanya rasa bersalah sama sekali.

Sedangkan pada sosiopat, kesadaran ini masih ada di dalam diri mereka walau sangat lemah. Ketika melakukan hal buruk, dia tahu bahwa hal yang dilakukannya itu salah namun hal tersebut tak menghentikan perbuatannya.

Baik psikopat maupun sosiopat sama-sama tidak memiliki empati. Namun, Aaron Kipnis, PhD mengungkap bahwa psikopat memiliki rasa empati yang lebih rendah dibanding orang lain. Seseorang dengan kondisi ini cenderung melihat orang lain hanya sebagai obyek untuk mendapat keuntungan bagi dirinya sendiri.

2 dari 4 halaman

Psikopat dan Sosiopat Tak Selalu Berhubungan dengan Kejahatan

Selama ini, karena sejumlah cerita baik di TV atau buku, psikopat atau sosiopat selalu dihubungkan dengan orang jahat berdarah dingin ketika melakukannya. Walau seseorang dengan kepribadian antisosial bisa berbuat kasar, namun pada kenyatannya sebagian besar tidak.

Mereka hanya melakukan manipulasi serta berperilaku buruk untuk mendapatkan hal yang diinginkan.

"Pada kasus terburuk, mereka bisa jadi pembunuh perhitungan dan berdarah dingin," terang Kipnis.

Namun pada beberapa orang, kondisi ini tidak berujung pada kejahatan. Kipnis menjelaskan bahwa hal ini bisa membantu seseorang meraih posisi dan jabatan tinggi walau harus menyakiti orang lain untuk memperolehnya.

3 dari 4 halaman

Psikopat Cenderung Dingin, Sosiopat Cederung Pemarah

Seorang psikopat bakal sangat sulit untuk diidentifikasi. Mereka cenderung cerdas, mempesona, dan pintar menirukan emosi. Bisa saja mereka tampak peduli dan tertarik pada orang lain walau kenyataannya tidak.

"Mereka aktor yang hebat dengan tujuan memanipulasi orang demi keuntungan sendiri," terang Tompkins.

Sementara itu, sosiopat tidak bisa berpura-pura dengan emosi mereka. Dalam kondisi ini, seseorang bakal menunjukkan ketika mereka tidak tertarik dengan orang lain. Mereka bahkan akan menyalahkan orang lain dan beralasan terkait kepribadian mereka ini.

Beberapa pakar menyebut sosiopat berkepala panas dan pemarah karena bertindak tanpa memikirkan perasaan orang lain. Sedangkan psikopat cenderung dingin dan penuh perhitungan dengan hasil yang mereka inginkan.

4 dari 4 halaman

Perbedaan di Dalam Otak

Sebuah penelitian mengungkap bahwa otak seorang psikopat berbeda dari orang lain. Terdapat perbedaan fisik di dalam otak yang membuatnya sulit untuk memahami perasaan dan masalah orang lain.

Perbedaan ini bahkan bisa mengubah fungsi tubuh secara dasar. Contohnya, ketika seseorang melihat darah atau kekerasan, detak jantung dan napas bakal semakin cepat serta telapak tangan berkeringat. Namun seorang psikopat tidak mengalaminya dan malah menjadi lebih tenang.

Kipnis mengatakan bahwa hal ini bisa membuat seorang psikopat tidak merasa ketakutan dan melakukan perilaku yang membahayakan.

"Mereka tak takut dengan konsekuensi dari perbuatan mereka," terangnya. [RWP]

Baca juga:
Baca Buku Selama 6 Menit, Cara Mudah untuk Hilangkan Stres
Kenali Odontophobia, Ketakutan untuk Datang ke Dokter Gigi, Kamu Mengalaminya?
Peneliti Temukan Cara Mudah untuk Atasi Munculnya Masalah Serangan Kecemasan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini