Orang yang Memiliki Tato Punya Perilaku Lebih Impulsif
Merdeka.com - Memiliki tato terutama pada lokasi yang tampak bisa mempengaruhi perilaku seseorang. Hal ini disebut bisa mengubah perilaku dan tindakan mereka.
Dilansir dari New York Post, seseorang yang memiliki tato pada posisi yang terlihat bisa bertindak lebih impulsif dan ceroboh dibanding orang lain. Hasil temuan ini diperoleh berdasar percobaan terhadap seribu orang di Kanada.
Kelompok ekonom mencoba melakukan survei ini untuk melihat alasan mengapa pada saat ini tato menjadi populer. Bahkan diketahui bahwa masyarakat juga cenderung mendiskriminasi seseorang yang memiliki tato.
Survei ini dilakukan terhadap 781 orang yang tidak memiliki tato serta 255 orang yang memiliki tato. Terdapat 68 orang yang tato-nya terlihat walau mereka menggunakan pakaian.
Dilakukan Sejumlah Percobaan pada Orang Bertato
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSurvei ini dipublikasikan pada Journal of Economic Behavior and Organization. Peneliti menggunakan tes keuangan yang menawari bayaran lebih besar bagi kontestan jika mereka mau bersabar untuk waktu lebih lama.
Partisipan yang tak memiliki tato sadar lebih awal mengenai penelitian ini. Mereka mengetahui bahwa jika mereka bersabar, maka mereka bakal mendapat lebih banyak uang.
Peneliti juga menemukan bahwa partisipan yang memiliki tato menjawab pertanyaan logika sederhana secara impulsif. Hasil penelitian ini menjelaskan perbedaan yang bisa tampak dari kepemilikan tato ini.
Tak Selamanya Memiliki Tato itu Buruk
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPeneliti berharap temuan ini bisa membuat orang berpikir dua kali untuk memiliki tato. Walau begitu, keputusan impulsif yang dibuat seseorang dengan tato juga bukan merupakan hal buruk.
"Kadang kala, bagus untuk membuat keputusan dengan cepat. Jika kamu merupakan seorang pemain basket profesional dan kamu harus memutuskan apakah akan menembak atau mengumpan, kamu tidak mau seseorang berdiri dan mempertimbangkannya,"tandas professor Bradley Ruffle, peneliti dari temuan ini.
(mdk/RWP)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya