Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Orang gemuk juga bisa sehat, mitos atau fakta?

Orang gemuk juga bisa sehat, mitos atau fakta? Ilustrasi obesitas. © thesun.co.uk

Merdeka.com - Akhir-akhir ini, berkembang pendapat bahwa orang degan berat badan berlebih alias obesitas pun tetap bisa hidup sehat. Dan, orang yang meyakininya pun semakin banyak.

Benarkah orang dengan obesitas tetap memiliki kehidupan yang sehat? Jawabannya, tidak bisa!

Sebuah penelitian mengatakan, sekalipun Anda sehat, tapi memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, Anda tetap rentan terkena risiko masalah kesehatan yang serius.

Melansir Men's Health, Kamis (26/4/2018), penelitian ini dilakukan di Wake Forest Baptist Medical Center, Amerika Serikat. Studi ini diterbitkan di Journal of American College of Cardiology.

Hasil studi

orang gemuk juga bisa sehat, mitos atau fakta?Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dalam studi tersebut, orang yang kelebihan berat badan 13,6 kilogram (kg) atau lebih, harus berpikir untuk mengurangi beratnya apabila tidak ingin ada masalah kesehatan serius di kemudian hari. Termasuk diabetes, penyakit jantung, dan stroke, sekalipun saat ini mereka tidak memiliki itu semua.

"Kebijaksanaan medis yang umum dilakukan adalah, beberapa orang yang mengalami obesitas tampaknya cukup sehat dan bebas dari risiko penyakit jantung. Jadi, mereka belum disarankan untuk menurunkan berat badan atau mengambil langkah lain untuk mencegah penyakit jantung di masa depan," kata asisten profesor ilmu kesehatan masyarakat di Wake Forest Baptist dan penulis utama studi ini, Morgana Mongraw-Chaffin, PhD.

Sindrom metabolik

orang gemuk juga bisa sehat, mitos atau fakta?Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Penelitian ini melibatkan 6.809 peserta dengan obesitas yang secara metabolik sehat atau metabolically healthy obesity (MHO). Peserta yang memiliki masalah penyakit kardiovaskular tidak dilibatkan.

Mereka mengikuti penelitian tersebut selama 12 tahun. Setiap dua tahun, para peserta menjalani evaluasi klinis. Hampir dari setengah peserta mengembangkan sindrom metabolik selama penelitian.

Menurut National Blood, Heart and Lung Institute, sindrom metabolik meningkatkan risiko mengembangkan semua jenis masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, dan stroke.

Sebuah studi menemukan, 40 persen kanker memiliki kaitan dengan berat badan. Penelitian lain mengatakan, obesitas membunuh orang lebih banyak daripada rokok.

Sumber: Liputan6.com

BACA JUGA:

5 Fakta tentang obesitas yang harus diketahui 8 Mitos seputar obesitas dan penurunan berat badan, benar atau tidak? 5 Faktor pencetus buah hati alami obesitas (mdk/ita)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP