IQ berhubungan dengan kebahagiaan seseorang
Merdeka.com - Sebuah penelitian terbaru menyebutkan orang yang memiliki IQ rendah cenderung mengalami kesedihan dibandingkan mereka yang lebih cerdas. Hal itu dinyatakan oleh para peneliti dari University College London.
Seperti yang dilansir dari BBC (26/09), peneliti menganalisis data dari Adult Psychiatric Morbity Survey. Sebanyak 6.870 dilibatkan dan terbukti kalau rendahnya IQ sering berhubungan dengan beberapa masalah. Misalnya pemasukan rendah dan kesehatan mental yang buruk sehingga berujung pada kesedihan.
Salah satu pertanyaan yang dilontarkan dalam penelitian adalah, "Selama beberapa hari ini, apakah Anda sangat bahagia, bahagia, atau tidak terlalu bahagia?" Selain itu, level IQ mereka juga dites.
Rupanya, 49 persen dari koresponden yang menjawab "sangat bahagia" memiliki IQ sebesar 120-129. Sementara yang merasa "tidak terlalu bahagia" berjumlah 12 persen dan memiliki IQ sebesar 70-79.
"Orang dengan IQ lebih rendah cenderung menganggap dirinya tidak begitu bahagia," tulis Dr Anglea Hassiotis dalam jurnal Psychological Medicine.
Sementara itu, menurut Dr Jonathan Campion, psikiater dari South London and Maudsley NHS Foundation Trust yang tidak dalam penelitian ikut memberi tanggapan. Ia setuju kalau IQ tinggi memang berhubungan dengan gaya hidup yang lebih baik. Misalnya pemasukan yang lebih besar, kesehatan yang lebih baik, dan jarang mengalami stres.
"Penelitian ini penting untuk mengidentifikasi faktor dan membantu mediasi hubungan antara IQ dan kebahagiaan seseorang. Sehingga ada cara yang tepat untuk mencegah stres bagi orang dengan kecerdasan rendah," tandasnya. (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya