Ketahui Penyebab Mabuk Perjalanan dan Mengapa Tak Semua Orang Mengalaminya

Sabtu, 10 Desember 2022 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ketahui Penyebab Mabuk Perjalanan dan Mengapa Tak Semua Orang Mengalaminya Ilustrasi Mabuk Perjalanan. ©lewisreedgroup.co.uk

Merdeka.com - Bagi sebagian orang, perjalanan baik lewat jalur darat, laut, dan udara bisa jadi bukan merupakan hal yang nyaman. Masalah berupa mabuk perjalanan bisa mereka alami sehingga perjalanan jadi tak menyenangkan.

Mabuk perjalanan atau yang bisa disebut sebagai kinetosis bisa dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Hanya saja masalah ini tidak selalu dialami oleh semua orang namun ada juga yang lebih rentan mengalami masalah ini.

Dilansir dari The Healthy, Timothy Hain, MD, neurolog dari Northwestern University, Chicago menyebut bahwa mabuk perjalanan disebabkan oleh signal berbeda dari beragam indera dalam tubuh. Ketika mata, telinga, serta indera perasa di kulit mengirim sinyal yang berbeda ke otak, maka bakal muncul rasa tak nyaman dan pusing ini.

Walau banyak orang yang mengetahui penyebab mabuk perjalanan ini, namun mengapa seseorang lebih rentan dengan masalah ini?

Susan Besser, MD dari Mercy Medical Center, Baltimore menyebut bahwa seseorang lebih rentan dengan mabuk perjalanan ini bisa terjadi karena mereka lebih rentan menanggapi masalah penginderaan ini. Satu hal yang bisa disepakati adalah bahwa mabuk perjalanan ini tidak bakal menurun di dalam keluarga.

Pada mabuk perjalanan, hal yang penting diketahui adalah bahwa ketidakserasian atau ketidakhubungan terjadi karena bagaimana tubuh digunakan dan dialami tubuh. Oleh karena itu, masalah ini cenderung lebih rentan dialami oleh bayi dan anak yang tubuhnya masih tumbuh.

2 dari 3 halaman

Cara Menghindari Mabuk Perjalanan

"Salah satu penangan terhadap mabuk darat ini adalah dengan melakukan adaptasi," jelas Catherine Webb, psikolog di US Army Aeromedical Research Laboratory, dilansir dari Medical Daily.

Webb juga menyebut bahwa sebanyak 95 persen orang bakal mampu beradaptasi dengan pergerakan di kendaraan ini. Hal ini bisa coba dilakukan dengan mengendarai kendaraan tertentu yang disukai dalam batas waktu yang masih bisa diterima tubuh.

Selanjutnya kamu bisa meningkatkan waktu tempuh secara bertahap hingga tidak muncul rasa mual. Disarankan untuk melakukan hal ini setiap hari tanpa jeda agar efek yang muncul bisa optimal.

Selain cara tersebut, beberapa hal ini juga bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya mabuk selama perjalanan:

- Hindari makanan pedas, makanan berat, alkohol, kafein, dan makanan dengan bau yang tajam. Namu juga jangan melewatkan makan sebelum bepergian.
- Jangan membelakangi arah kendaraan. Sebisa mungkin duduk pada posisi depan di samping supir. Jika naik pesawat, pilihlah kursi yang dekat dengan sayap. Jika naik kapal, duduk di sebelah tengah untuk meminimalisasi pergerakan yang terjadi.
- Jangan bermain smartphone.
- Lihat ke titik atau pemandangan yang terletak jauh dari kendaraan.
- Jauhi orang yang tengah mabuk perjalanan agar kamu tidak ikut-ikutan.
- Genggam potongan jahe atau mint. [RWP]

Baca juga:
Ketahui Waktu yang Tetap untuk Menyikat Gigi selama Berpuasa
Konsumsi Air dengan Rumus '2-4-2' JadiJurus Cegah Dehidrasi di Bulan Ramadan
Seberapa Sering Sebaiknya kita Mencuci Alat Salat yang Biasa Digunakan?
Demi Kebugaran di Bulan Ramadan, Penting untuk Tetap Lakukan Latihan Fisik
Pada saat Berbuka Puasa Hindari Konsumsi Gorengan, Ini Sebabnya
Ketahui Waktu Tepat untuk Berolahraga di kala Puasa Ramadan
Ini Waktu yang Tepat untuk Konsumsi Suplemen Vitamin saat Puasa Ramadan

3 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan

- Duduk di kursi depan
- Memandang ke depan
- Konsumsi obat anti mabuk perjalanan
- Kulum irisan jahe atau mint.
- Sesap minuman bersoda yang ringan seperti ginger ale.
- Jika memungkinkan, buka jendela dan biarkan udara sejuk masuk.
- Jika bisa, berdiri dan lihatlah cakrawala. Duduk atau rebahan bakal membuat kamu merasa gejalamu lebih buruk. Jika kamu berada di mobil dan tak dapat berdiri, rebahkan kepalamu di headrest untuk meminimalisasi pergerakan kepala.

Baca juga:
Ketahui Waktu yang Tetap untuk Menyikat Gigi selama Berpuasa
Konsumsi Air dengan Rumus '2-4-2' JadiJurus Cegah Dehidrasi di Bulan Ramadan
Seberapa Sering Sebaiknya kita Mencuci Alat Salat yang Biasa Digunakan?
Demi Kebugaran di Bulan Ramadan, Penting untuk Tetap Lakukan Latihan Fisik
Pada saat Berbuka Puasa Hindari Konsumsi Gorengan, Ini Sebabnya
Ketahui Waktu Tepat untuk Berolahraga di kala Puasa Ramadan
Ini Waktu yang Tepat untuk Konsumsi Suplemen Vitamin saat Puasa Ramadan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini