Ingin Mulai Berlari, Ini Hal yang Bisa Mulai Dilakukan Pemula

Kamis, 14 Juli 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ingin Mulai Berlari, Ini Hal yang Bisa Mulai Dilakukan Pemula Ilustrasi berlari. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/ Maridav

Merdeka.com - Salah satu olahraga yang paling mudah untuk mulai dilakukan tanpa menggunakan alat adalah berlari. Walau begitu, untuk membuat olahraga ini mulai bisa dilakukan secara rutin terutama oleh pemula, ada hal yang harus dipertimbangkan.

Berlari dengan nyaman tanpa memaksakan diri dan menjaga kecepatan merupakan salah satu kunci yang bisa diterapkan kalangan pemula yang ingin menjajal olahraga atletik itu, menurut pelatih dan pelari senior Hendri Pardede.

"Untuk pelari pemula sebenarnya lari nyaman saja. Lari nyaman itu artinya jangan terlalu dipaksakan nafasnya. Jadi lari jogging aja. Running with your own pace. Itu yang paling penting," kata Hendri beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

"Karena beda. Pelari rekreasional sama pelari atlet itu beda. Walaupun kita berkompetisi, tapi kita harus menjaga safety kita. Kita harus tahu bagaimana tubuh kita. Jadi, pesan saya selalu running with your own pace, dan kedua listen your body. Jadi kalau sudah merasa tubuh mulai engap, mungkin bisa menurunkan kecepatan berlari," tambahnya.

Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa kesalahan yang umumnya dilakukan pelari pemula saat lomba lari adalah memulai dengan kecepatan penuh. Hal tersebut justru dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan tenaga.

"Jadi pelan-pelan dulu baru mempercepat. Tubuh itu sebenarnya kayak mesin diesel. Pelan-pelan dulu, tubuhnya sudah mulai panas, menambah kecepatannya pelan-pelan. Itu mungkin tips untuk para pelari pemula. Jangan ngebut di awal, tapi di tengah-tengah mogok," jelas Hendri.

"Biasanya pelari pemula gitu. Karena animo adrenalinnya start-nya kan banyak ya. Jadi cepat langsung larinya. Tapi di tengah-tengah jadinya malah mogok. Akhirnya di garis finish cuma bisa jalan kaki," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Perlunya Persiapan

Sebelum berlomba, Hendri mengatakan bahwa mempersiapkan energi juga perlu untuk dilakukan. Hendri menyarankan para pelari untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks 2 hari sebelum perlombaan.

Untuk menghitung jumlah karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh, pelari dapat menghitung 0,1 dikalikan dengan berat badan. Jumlah tersebut adalah jumlah ideal karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh agar bisa mendapatkan energi yang optimal saat berlari.

"Sebelum race, seperti biasanya perbanyak karbohidrat kompleks. Bisa berupa ubi, kentang, pokoknya jenis-jenis karbohidrat kompleks untuk kita makan sejak H-2 perlombaan. Untuk cadangan glikogennya. Karena saat kita berlari, kita membutuhkan energi," ungkap Hendri.

Lebih lanjut, Hendri mengatakan bahwa energi yang diperoleh tidak hanya berasal dari konsumsi gula saja namun juga dari minuman isotonik. Walau begitu, dalam lari jarak jauh, butuh cadangan energi yang tak cukup diperoleh dari kedua hal itu saja.

"Besarannya bukan sebanyak-banyaknya tapi 0,1 dikali berat badan. Jadi kalau beratnya 70 kg, berarti karbo loadingnya 700 gram. Nah ini harus dikonsumsi di luar jam makan yang lain," tandasnya.

Baca juga:
Pria dan Wanita Ternyata Miliki Jam Optimal Olahraga yang Berbeda, Ini Penjelasannya
Penurunan Massa Otot Sudah Mulai Dialami Seseorang pada Usia 35 Tahun
Jaga Kondisi Rambut saat Berolahraga, 3 Gaya Ini Bisa Kamu Terapkan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini