Ingin cepat kurus? Kurangi konsumsi minuman alkohol
Merdeka.com - Seringkali orang meremehkan jumlah kalori yang ada dalam minuman alkohol. Selain jumlah kalori yang hampir sama dengan biskuit cokelat, kalori dalam alkohol juga lebih susah dibakar oleh tubuh.
The World Cancer Research Fund menunjukkan bahwa mengonsumsi alkohol adalah penyebab utama diet gagal. Mengurangi minum alkohol tak hanya membantu proses penurunan berat badan, tetapi juga mengurangi risiko kanker.
Menjadi gemuk adalah salah satu risiko kanker, setelah merokok. Mengonsumsi satu pin bir setiap hari bisa meningkatkan risiko kanker lever dan kanker usus.
Untuk mengetahui kadar kalori dalam alkohol, saat ini terdapat penghitung kalori alkohol secara online. Misalkan dua gelas (ukuran 175 ml) wine mengandung 248 kalori yang sama dengan tiga biskuit cokelat dan membutuhkan 52 menit untuk dibakar dalam tubuh.
"Orang yang melakukan diet seringkali tak menghitung kalori yang ada dalam minuman beralkohol yang mereka konsumsi. Mengurangi minum alkohol bisa memberikan efek besar untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh," ungkap Kate Mendoza, kepala informasi kesehatan di WCRF, seperti dilansir oleh Daily Mail (02/01).
Berdasarkan penelitian di atas, mengurangi konsumsi alkohol bisa memberikan banyak manfaat kesehatan. Mulai dari membantu mengurangi berat badan, menurunkan risiko kanker, serta menjaga kesehatan tubuh dari efek buruk alkohol. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya