Ibu Tak Bisa Menyusui Langsung, Ketahui Dot yang Tepat bagi Bayi

Senin, 7 Juni 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ibu Tak Bisa Menyusui Langsung, Ketahui Dot yang Tepat bagi Bayi Ilustrasi bayi minum susu. ©Shutterstock.com/Karuka

Merdeka.com - Penggunaan dot biasanya dilakukan seorang anak usai masa air susu ibu (ASI) eksklusif berakhir. Walau begitu, pada kondisi tertentu ada kemungkinan bahwa anak sudah menyusu melalui dot sejak dini.

Terkadang, ada kondisi tertentu yang menyulitkan ibu menyusui secara langsung, sehingga memanfaatkan dot untuk memberikan ASI pada bayinya. Dalam kasus ini, dokter spesialis gigi anak konsultan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (UNPAD), Eriska Riyanti mengingatkan para ibu memilih dot (pengganti puting susu yang biasanya terbuat dari karet atau plastik) yang tepat sehingga bisa menyesuaikan dengan kemampuan menghisap bayi.

"Bila dot yang digunakan tidak menyesuaikan keadaan anatomi puting ibu dan kemampuan menghisap lidah maka posisi dot berada pada posisi utuh, sehingga keadaan kedap dalam rongga mulut tidak tercapai, menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan rahang serta rongga mulut anak," terangnya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Saat bayi menghisap ASI, puting ibu masuk ke dalam rongga mulut bayi, kemudian lidah mendorong puting ke bagian atas rongga mulut. Otot-otot di sekitar rongga mulut pun akan melakukan penghisapan dan terjadilah pergerakan secara ritmik sehingga menarik ASI dari puting. Setelah itu, pada kondisi bagian atas lidah yang kedap maka ASI akan keluar, diikuti gerakan lidah mendorong ASI ke bagian belakang dan proses menelan terjadi.

Baca Selanjutnya: Dot yang Perlu Dipilih untuk...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini