Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gangguan Bicara dan Wajah Tak Simetris Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

Gangguan Bicara dan Wajah Tak Simetris Bisa Jadi Tanda Awal Stroke ilustrasi stroke. © familybestcare.com

Merdeka.com - Selama ini, stroke kerap dianggap sebagai masalah kesehatan yang rentan dialami oleh orang berusia lanjut. Sayangnya, pada saat ini penyakit tersebut juga banyak mengancam anak muda.

Dokter Spesialis Saraf RS EMC Alam Sutera Daniel T Suryadisastra, Sp.S mengatakan ada sejumlah gejala stroke yang mudah dikenali secara umum. Gejala tersebut dapat disingkat menjadi FAST (Face-Arm-Speech-Time).

Bentuk wajah yang tetiba tidak simetris, kata Daniel, bisa menjadi salah satu gejala stroke. Demikian pula jika salah satu lengan terasa lemah atau kesemutan dan gangguan bicara seperti mendadak pelo.

"S-nya itu adalah speech atau bicara. Gangguan bicara bisa berupa bicara pelo, cadel atau gangguan komunikasi seperti tidak bisa berbahasa atau tidak bisa mengungkapkan isi pikirannya dengan kata-kata," kata Daniel dalam program live "Healthy Monday, Menyemarakkan Hari Stroke Sedunia: Usia Muda Juga Bisa Kena, Cermati Gejala dan Cara Penanganannya" beberapa waktu lalu.

Gejala ringan seperti bentuk tulisan menjadi jelek atau tandatangan yang berubah, kesulitan memegang alat tulis, atau kesemutan pada satu sisi juga harus dicermati.

"Salah satu tanda itu bisa membawa kita untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau spesialis saraf terdekat," ucap Daniel.

Sementara T dalam FAST adalah kependekan dari 'waktu' dimaksudnya untuk segera memeriksakan diri. Kesigapan mengenali gejala stroke akan membantu dalam penanganan lebih cepat.

"Jangan sampai menunggu 24 jam."

Berdasarkan definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stroke adalah gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh kelainan pembuluh darah yang terjadi secara tiba-tiba atau mendadak. Gangguan tersebut bisa berupa perdarahan atau penyumbatan.

"Jadi stroke itu adalah gangguan pembuluh darah di otak," jelas Daniel.

Stroke Tak Selalu Lemahkan Gerak Tubuh

Terkait gejala, serangan stroke tidak melulu ditandai dengan kelemahan gerak anggota tubuh. Menurut Spesialis Saraf RS EMC Pekayon Adv. dr Johan Akbari, Sp.S, S.H. MARS, hal itu bergantung pada pembuluh darah pada bagian mana yang mengalami perdarahan atau penyumbatan.

"Tergantung arah pembuluh darahnya. Kalau arah pembuluh darahnya yang terkena sumbatan di (bagian) depan, itu berarti kan pusat berpikir, itu bisa (menyebabkan) gangguan demensia vaskuler, gampang lupa," jelas Johan.

Jika pembuluh darah di daerah otak atas yang mengalami perdarahan atau penyumbatan, maka yang terganggu adalah anggota gerak seperti kelumpuhan di bagian tubuh kiri atau pun kanan.

Sementara jika pembuluh darah tidak lancar di otak bagian belakang, kondisi itu akan berpengaruh pada indera penglihatan. Dan apabila yang terkena adalah pembuluh darah di batang otak yang merupakan pusat kesadaran, maka yang akan mengganggu kesadarannya.

Reporter: Dyah Puspita WisnuwardaniSumber: Liputan6.com

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP