Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Daging merah berlemak jenuh tinggi ternyata menyehatkan?

Daging merah berlemak jenuh tinggi ternyata menyehatkan? Ilustrasi steak. ©Shutterstock/Francesco83

Merdeka.com - Lemak jenuh sudah lama dianggap sebagai musuh utama kesehatan manusia karena memicu penggumpalan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung. Namun ternyata, penelitian terbaru membantah hal itu.

Ada salah satu jenis lemak jenuh bernama asam stearat yang justru mampu melindungi tubuh dari serangan jantung, demikian menurut penelitian tersebut. Asam stearat pun bisa ditemukan dalam daging merah, babi, ayam tanpa kulit, minyak zaitun, keju, cokelat, dan susu.

Sementara itu, lemak jenuh lainnya adalah asam laurat, miristat, dan palmitat. Namun hanya asam stearat yang punya efek baik terhadap kolesterol dan tidak memberi pengaruh apapun dalam risiko penyakit kardiovaskular.

Penelitian Pennsylvania State University tersebut pun melibatkan responden untuk menikmati daging merah tanpa lemak selama lima minggu. Hasilnya, kadar kolesterol mereka menurun sebesar lima persen.

"Daging merah tanpa lemak itu menyehatkan, asalkan daging belum diolah menjadi sosis atau ham, lemak jenuh di dalamnya sebenarnya baik bagi jantung," tutur Dr Michael Roussell, kepala penulis penelitian, seperti yang dikutip dari Daily Mail (05/03).

Di Inggris sendiri, departemen kesehatan menyarankan agar wanita cukup mengonsumsi 20 gram lemak jenuh, sementara pria adalah 30 gram setiap hari.

Baca juga:Sanggup habiskan steak seberat 4 kilogram ini?Memasak steak yang sempurnaCara memasak daging merah pengaruhi risiko kankerSebab daging merah mampu meningkatkan risiko kankerDaging merah bikin sehat, benarkah?Kenapa daging merah itu tidak menyehatkan? (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP