Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebab daging merah mampu meningkatkan risiko kanker

Sebab daging merah mampu meningkatkan risiko kanker Ilustrasi daging merah. ©shutterstock.com/Bochkarev Photography

Merdeka.com - Sebelumnya, penelitian menyebutkan terlalu banyak mengonsumsi daging merah bisa meningkatkan risiko kanker. Kini para ahli pun memastikan bahwa kandungan zat besi yang terlalu tinggi adalah penyebab dari peningkatan risiko tersebut.

Seperti yang dilansir dari Daily Mail (10/08), zat besi kemungkinan berubah menjadi penyakit melalui gen yang rusak di dalam usus. Sementara daging merah memang disebut-sebut punya kadar zat besi tinggi dan pemicu kanker usus besar.

Selain zat besi, sebuah gen bernama APC juga ditemukan berperan dalam peningkatan risiko kanker. Dengan menggunakan tikus percobaan, peneliti mengungkap gen APC yang cacat yang bertemu dengan kadar zat besi tinggi akan meningkatkan risiko kanker sebanyak dua sampai tiga kali lipat.

"Ada delapan sampai sepuluh gen APC cacat pada kanker usus besar. Namun sampai sekarang kami belum tahu apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini," terang Owen Sansom, salah satu peneliti.

Kanker usus besar sendiri meningkat risikonya seiring bertambahnya usia seseorang. Sebab gen APC lebih banyak yang rusak pada orang dewasa dan lansia. Maka dari itu, kadar zat besi pun sebenarnya tidak mampu memicu kanker, namun tergantung pada gen APC. Ketika gen APC tidak bekerja, zat besi akhirnya memproduksi sel yang tidak dapat dikendalikan. Hal itu pun akhirnya memicu kanker usus besar.

Sementara itu, jika konsumsi zat besi atau daging merah dibatasi, gen APC yang rusak akan hilang dan kanker usus besar tidak berkembang. Seluruh hasil penelitian ini pun telah dilaporkan dalam jurnal Cell. (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP