BPOM Setuju Vaksin Covovax dari India Dipakai di Indonesia

Minggu, 21 November 2021 05:40 Reporter : Titah Mranani
BPOM Setuju Vaksin Covovax dari India Dipakai di Indonesia Ilustrasi vaksin Covid-19. ©Unsplash/brano

Merdeka.com - Vaksin Covovax asal India telah mendapatkan restu dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) melalui Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA), untuk digunakan sebagai vaksin covid-19 ke 11 di Indonesia.

Melalui keterangan pers yang dikutip dari Liputan6.com, BPOM menjelaskan vaksin Covovax merupakan vaksin dengan platform rekombinan protein subunit glikoprotein spike menggunakan vaksin adjuvant Matrix-M1.

Vaksin ini diproduksi oleh Serum Institute of India Pvt. Ltd., India (SII). Evaluasi aspek keamanan, imunogenisitas, dan efikasi Vaksin Covovax mengacu pada data uji pre-klinik dan uji klinik yang dilakukan di Australia, Amerika Serikat, Meksiko, Inggris (United Kingdom/UK), dan Afrika Selatan.

Untuk memastikan khasiat dan keamanan Vaksin Covovax telah memenuhi persyaratan evaluasi vaksin yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), SII juga telah melakukan uji klinik fase 2/3 di India.

“Sesuai persyaratan EUA, Badan POM telah melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat, dan mutu yang mengacu pada standar evaluasi vaksin COVID-19, baik standar nasional maupun internasional, serta evaluasi terhadap pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada fasilitas produksi Vaksin Covovax di India. Dari hasil evaluasi tersebut, Vaksin Covovax dapat digunakan untuk dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan dosis 5 μg /dosis, diberikan sebanyak 2 kali dengan interval pemberian 21 hari,” kata Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito.

Dalam hasil evaluasi menunjukkan dari segi keamanannya, kejadian efek samping yang dilaporkan uji klinik Vaksin Covovax umumnya bersifat ringan hingga sedang.

Efek samping yang paling sering dilaporkan, antara lain nyeri lokal (23,9% - 32%), tenderness (9,9% - 11,4%), sakit kepala (15,5% - 19,9%), kelelahan/fatigue (8,7% - 17,9%), nyeri otot/myalgia (8,5% - 15,5%), dan demam (3,5% - 14,4%).

Dari aspek khasiat atau efikasi Vaksin Covovax, hasil pengamatan 7 hari setelah pemberian dosis kedua pada dewasa usia 18 tahun atau lebih dengan status imun negatif (seronegatif) berkisar antara 89,7%-90,4% pada semua kasus COVID-19 dengan berbagai tingkat keparahan, sementara pada kasus dengan tingkat keparahan sedang – berat berkisar antara 86,9%-100%. Efikasi vaksin pada kelompok lanjut usia berdasarkan uji klinik fase 3 di Inggris adalah 88,9%.

Di samping itu, hasil uji klinik fase 2/3 di India menunjukkan respons imun yang baik dari pengukuran 14 hari setelah pemberian Vaksin Covovax dosis kedua.

Terkait aspek mutu dan pemenuhan Standar CPOB, hasil evaluasi vaksin Covovax mulai dari bahan awal, bulk antigen, hingga produk vaksin, termasuk evaluasi terhadap mutu, vaksin Covovax telah memenuhi syarat sesuai standar evaluasi mutu yang berlaku secara Internasional. Standar yang dimaksud antara lain standar dari WHO, United States Food and Drug Administration (US-FDA), dan European Medicines Agency (EMA).

Dengan disetujuinya penggunaan Vaksin Covovax ini, maka semakin banyak alternatif vaksin covid-19 yang bisa digunakan dalam program vaksinasi covid-19 untuk dewasa 18 tahun ke atas.

Liputan6.com/Fitri Syarifah

Baca juga:
Vaksinasi Lengkap Mencapai 42,83%, Indonesia Melebihi Target WHO
Putin Disuntik Vaksin Covid-19 Ketiga dengan Sputnik Light
Update Vaksinasi Lengkap di Indonesia per 21 November 2021
Pemkab Aceh Timur Gelar Vaksinasi Massal Berhadiah Sepeda Motor
Update Kasus Covid-19 dan Vaksinasi di Indonesia per 21 November 2021
Indonesia Terima Tiga Tahap Kedatangan 5,7 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini