Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Berdasar Penelitian, Kualitas Hubungan Orangtua dan Anak jadi Kunci Utama Perkembangan Anak

Berdasar Penelitian, Kualitas Hubungan Orangtua dan Anak jadi Kunci Utama Perkembangan Anak

Perkembangan anak yang tepat penting untuk dikenali oleh orangtua. Penelitian terbaru mengungkap bahwa hubungan orangtua dan anak merupakan kunci utama dalam perkembangan anak.

Hubungan antara orang tua dan anak pada tahap awal perkembangan memegang peranan krusial dalam membentuk karakter anak. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan memberikan wawasan yang mendalam mengenai dampak jangka panjang dari interaksi kualitas antara orang tua dan anak terhadap kesehatan mental serta perilaku sosial anak di kemudian hari.

Dilansir dari Psychology Today, penelitian yang melibatkan lebih dari 10.000 partisipan ini menyoroti betapa pentingnya kualitas interaksi antara orang tua dan anak dalam membentuk perilaku prososial (tindakan yang berakar pada kebaikan dan empati) serta ketahanan mental yang kuat di masa depan.

Namun, dalam realitas dunia ketika kedua orang tua seringkali sibuk dengan pekerjaan, gangguan digital merajalela, dan waktu berkualitas bersama anak terasa makin sulit ditemukan, bagaimana cara mengaplikasikan temuan ini dalam kehidupan sehari-hari? Berikut adalah tiga poin penting yang bisa diambil dari studi ini.

Kualitas Interaksi Lebih Penting daripada Kuantitas Waktu

Kualitas Interaksi Lebih Penting daripada Kuantitas Waktu

Bagi orang tua yang terjebak dalam kesibukan, kabar baiknya adalah bukanlah seberapa lama waktu yang dihabiskan bersama anak, melainkan kualitas dari interaksi itu sendiri yang lebih berarti.

Meskipun dalam kehidupan modern di mana orang tua bekerja penuh dan waktu layar mendominasi, momen kecil namun bermakna seperti membacakan cerita sebelum tidur, berbagi tawa, atau mendengarkan dengan penuh perhatian, ternyata memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk kesejahteraan emosional dan sosial anak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa momen-momen hangat semacam ini penting dalam mengembangkan perilaku prososial dan membentuk perisai emosional yang melindungi anak-anak dari berbagai tantangan mental, bahkan dalam hari yang penuh dengan gangguan dan kewajiban. Orang tua dapat yakin bahwa usaha mereka dalam membangun hubungan yang bermakna, melalui tindakan kebaikan dan kehadiran, memiliki dampak yang dalam dan berkelanjutan bagi masa depan anak-anak mereka.

Perilaku Prososial Anak Merupakan Indikator Kesehatan Mental di Masa Depan

Perilaku Prososial Anak Merupakan Indikator Kesehatan Mental di Masa Depan

Hubungan yang terjalin baik antara orang tua dan anak serta pembentukan perilaku prososial pada tahap awal merupakan faktor kunci dalam membentuk kesehatan mental anak.

Studi ini menyoroti pentingnya dua aspek berbeda dari perilaku prososial dan dampak jangka panjangnya. Pertama, menunjukkan bahwa anak-anak yang menunjukkan kebaikan dan keramahan secara konsisten cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik selama masa perkembangan mereka. Temuan ini menegaskan pentingnya membentuk empati dan sikap altruistik sejak dini, karena hal-hal ini dapat membawa kesejahteraan mental yang berkelanjutan sepanjang hidup.

Namun, penting untuk dicatat bahwa sementara anak-anak dengan tingkat prososial yang tinggi umumnya menunjukkan kesehatan mental yang lebih baik pada setiap tahap perkembangan, ini tidak selalu berarti kesehatan mental mereka akan terus membaik seiring bertambahnya usia. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perilaku prososial pada anak terkait dengan kesehatan mental yang positif, namun hal ini hanya salah satu dari berbagai faktor yang memengaruhi perkembangan kesehatan mental secara keseluruhan.

Hubungan Orang Tua-Anak Membentuk Fondasi Masyarakat yang Beradab

Hubungan Orang Tua-Anak Membentuk Fondasi Masyarakat yang Beradab

Keberadaan hubungan hangat dan aman antara orang tua dan anak adalah pondasi penting bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi individu yang terbuka hati dan dermawan di masa depan.

Saat orang tua berkomunikasi dengan anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang, pemahaman, dan pengalaman bersama, mereka menanamkan rasa kepercayaan dan kepositifan yang mendorong anak-anak untuk berinteraksi dengan dunia luar dengan sikap yang positif.

Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan seperti ini lebih cenderung memandang dunia sebagai tempat yang ramah, yang mendorong mereka untuk mengekspresikan kebaikan alamiah mereka lebih jauh ke dalam masyarakat. Siklus ini menunjukkan bahwa ketika anak-anak diperlakukan dengan empati dan rasa hormat, mereka tidak hanya cenderung untuk berperilaku yang sama kepada orang lain, tetapi juga lebih mungkin menerima perlakuan yang sama dari lingkungannya.

Secara keseluruhan, studi ini mengilustrasikan bagaimana interaksi positif antara orang tua dan anak tidak hanya menguatkan kesehatan mental anak tetapi juga berdampak pada harmoni sosial secara lebih luas. Melalui momen-momen kelembutan yang dibagikan, kita tidak hanya membesarkan anak-anak kita, tetapi juga turut membangun semangat kolektif masyarakat kita, membentuk dunia yang membumi pada kebaikan, ketahanan, dan saling pengertian.

Sejumlah hal tersebut merupakan temuan yang bisa dipelajari untuk membantu perkembangan anak menjadi optimal.

Sejumlah hal tersebut merupakan temuan yang bisa dipelajari untuk membantu perkembangan anak menjadi optimal.

Berdasar Penelitian Terbaru, Kualitas Hubungan Orangtua dan Anak jadi Kunci Utama Perkembangan Anak

Artikel ini ditulis oleh
Rizky Wahyu Permana

Editor Rizky Wahyu Permana

Berdasar penelitian terbaru, kualitas hubungan anak dan orangtua menjadi kunci dalam perkembangan anak.

Reporter
  • Rizky Wahyu Permana
Doa untuk Anak agar Sholeh dan Berbakti kepada Orang Tua, Bantu Tingkatkan Kepribadian Anak
Doa untuk Anak agar Sholeh dan Berbakti kepada Orang Tua, Bantu Tingkatkan Kepribadian Anak

Merdeka.com merangkum informasi tentang doa untuk anak agar sholeh dan berbakti kepada orang tua.

Baca Selengkapnya icon-hand
4 Cara Bagi Orangtua dalam Membantu Anak agar Belajar dari Kesalahan
4 Cara Bagi Orangtua dalam Membantu Anak agar Belajar dari Kesalahan

Menurut peneliti dari Harvard, berikut cara agar anak terbiasa belajar dari kesalahan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pola Asuh Buruk Orangtua Pangkal dari Perundungan Anak, Ini Penjelasannya
Pola Asuh Buruk Orangtua Pangkal dari Perundungan Anak, Ini Penjelasannya

Kemen PPPA pada 2021 menunjukkan bahwa empat dari 100 anak usia dini pernah mendapatkan pengasuhan tidak layak.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Sebelum 4 Bocah Ditemukan Tewas di Jagakarsa, Orangtua Korban Terlibat KDRT
Sebelum 4 Bocah Ditemukan Tewas di Jagakarsa, Orangtua Korban Terlibat KDRT

Laporan kasus KDRT tersebut diterima Polsek Jagakarsa sebelum penemuan mayat.

Baca Selengkapnya icon-hand
3 Ciri Anak Manja dan 5 Cara bagi Orangtua agar Anak Tidak Manja
3 Ciri Anak Manja dan 5 Cara bagi Orangtua agar Anak Tidak Manja

Seorang anak manja memiliki berbagai ciri yang bisa dikenali oleh orangtua.

Baca Selengkapnya icon-hand
4 Kunci Membesarkan Anak agar Menjadi Baik dan Perhatian Menurut Peneliti dari Harvard
4 Kunci Membesarkan Anak agar Menjadi Baik dan Perhatian Menurut Peneliti dari Harvard

Agar anak menjadi baik dan perhatian terhadap lingkungan sekitar, menurut peneliti Harvard, ini yang harus dilakukan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kisah Kak Odin dari Bandung, Kenalkan Dongeng untuk Dekatkan Anak dengan Orang Tua
Kisah Kak Odin dari Bandung, Kenalkan Dongeng untuk Dekatkan Anak dengan Orang Tua

Cerita keseharian atau kisah masa kecil jadi salah satu bentuk dongeng dalam meningkatkan kedekatan anak dengan orang tua

Baca Selengkapnya icon-hand
Doa untuk Orangtua Katolik Singkat, Pahami pula Kutipan Ayat Alkitab yang Penuh Makna
Doa untuk Orangtua Katolik Singkat, Pahami pula Kutipan Ayat Alkitab yang Penuh Makna

Doa untuk orangtua Katolik biasanya ditujukan khusus untuk memohon berkat, keselamatan, perlindungan dan juga dukungan dari Tuhan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pernah Ikut Ajang Pencarian Bakat, Ini Sosok Virza Oreel Pemeran Kania di Sinetron Bidadari Surgamu
Pernah Ikut Ajang Pencarian Bakat, Ini Sosok Virza Oreel Pemeran Kania di Sinetron Bidadari Surgamu

Virza Oreel berperan sebagai Kania di Bidadari Surgamu. Sebelumnya, ia mengikuti ajang pencarian bakat.

Baca Selengkapnya icon-hand