Begini Cara Tetap Dapat Lakukan Aktivitas Fisik Walau Kesibukan Menggunung

Senin, 10 Desember 2018 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Begini Cara Tetap Dapat Lakukan Aktivitas Fisik Walau Kesibukan Menggunung Ilustrasi olahraga di kantor. shutterstock

Merdeka.com - Aktivitas fisik merupakan sebuah hal yang harus dilakukan pada kehidupan sehari-hari untuk menjaga kebugaran. Tingginya kesibukan yang dilakukan seseorang pada kehidupan sehari-hari harusnya tidak menjadi alasan untuk meninggalkan olahraga ini.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto menyebut bahwa ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan aktivitas fisik di tengah kesibukan.

"Meski disibukkan dengan rutinitas sehari-hari, sesungguhnya aktivitas fisik dapat dilakukan dengan mudah di rumah, di tempat kerja, maupun di tempat umum," kata Michael dalam konferensi pers Ayo Indonesia Bergerak di RPTRA Borobudur Jakarta Pusat pada Jumat (7/12).

Contohnya, kamu bisa memilih naik atau turun tangga saat menuju meja kerja dibandingkan naik lift atau eskalator. Tak jarang juga beberapa kantor memiliki jadwal senam atau olahraga bersama yang bisa diikuti.

Pastikan, kata Michael, setiap menjalankan aktivitas fisik itu dilakukan dengan prinsip BBTT alias Baik, Benar, Terukur dan Teratur.

Apa itu BBTT? Baik yaitu aktivitas fisik disesuaikan dengan kondisi fisik dan lingkungan. Benar yaitu aktivitas fisik dilakukan secara bertahap mulai dari pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Lalu, Terukur yaitu aktivitas fisik dilakukan dengan mengukur intensitas dan waktu latihan. Terakhir, Teratur yaitu aktivitas fisik dilakukan teratur 3 hingga 5 kali dalam seminggu.

Bila menerapkan prinsip tersebut, aneka manfaat sehat pun bisa didapat. Mulai dari meningkatkan kebugaran jasmani, mencegah stres, mempertahankan berat badan ideal dan mencegah kegemukan serta mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular.

Kampanye Ayo Indonesia Bergerak yang diinisiasi Kementerian Kesehatan dilakukan bukan tanpa alasan. Kini, makin banyak orang yang malas bergerak alias mager.

"Gaya hidup sedentari telah menjadi isu kesehatan di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan peningkatan jumlah penduduk Indonesia berusia lebih dari 10 tahun yang kurang beraktivitas fisik yaitu dari 26,1 persen menjadi 33,5 persen," kata Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI, Kartini Rustandi di kesempatan yang sama.

Reporter: Benedikta Desideria
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini