Air Jeruk Nipis Berfungsi Bersihkan Paru-Paru Perokok Hanya Sebuah Mitos

Minggu, 2 Februari 2020 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Air Jeruk Nipis Berfungsi Bersihkan Paru-Paru Perokok Hanya Sebuah Mitos Ilustrasi jeruk nipis. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/cerber82

Merdeka.com - Merokok merupakan suatu kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan masalah pada paru-paru. Banyak orang yang mempercayai bahwa konsumsi air jeruk nipis bisa membantu membersihkan paru-paru perokok. Benarkah?

Health Liputan6.com memastikan mengenai perihal ini dengan menanyakan langsung kepada dokter Spesialis Paru Mohammad Arifin Nawas.

“Salah, mitos,” kata Arifin saat ditanya melalui telepon.

Menurutnya, tidak ada hubungan antara paru-paru dengan air jeruk nipis. “Paru-paru itu beda, kan dia saluran napas. Kalau jeruk nipis kan masuk melalui lambung, jadi enggak akan menuju ke sana,” jelas Arifin.

Arifin memaparkan bahwa air jeruk nipis hanya bisa mengatasi gejala batuk. “Rasanya sih kalau gejala batuk mungkin bisa, tapi bukan membersihkan paru-paru dari asap rokok, bukan,” katanya.

1 dari 2 halaman

Pembersihan Hanya Menggunakan Obat

Untuk mengatasi masalah ini, dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Abdi Waluyo ini mengatakan bahwa untuk membersihkan paru-paru dari asap rokok dapat menggunakan obat-obatan yang disebut mukolitik. Selain itu, dapat juga melakukan kultur dahak, atau sputum.

"Kita menggunakan obat-obatan yang nanti menghasilkan, yang kita sebut dengan sputum. Sputumnya dibersihkan sehingga bisa mengeluarkan sisa-sisa yang ada di saluran pernapasan. Jadi berupa obat, yang mukolitik," kata dokter lulusan Universitas Indonesia ini.

Selain dari pengebotan medis, Arifin menegaskan bahwa bahan-bahan alami belum bisa membersihkan paru-paru, dan dalam menanggapi air jeruk nipis sebagai solusi, dia menjawab teori tersebut tidak berdasarkan bukti yang jelas.

2 dari 2 halaman

Walaupun rokok memiliki dampak minimal 30 tahun, Arifin menyarankan siapapun untuk tidak merokok, karena kemampuan paru-paru akan berkurang setiap kali setelah merokok.

Selain itu, ketika seseorang sudah merokok akan sulit untuk berhenti karena kandungan nikotin di dalamnya.

"Jadi kalau orang merokok tembakau itu, nikotin akan lengket pada saraf-saraf di otak, sehingga nanti kalau bau rokok, dia jadi ingin merokok lagi," jelas Arifin.

Penulis: Lorenza Ferary
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Bakteri di Dalam Usus Anak Bisa Jadi Penyebab Perubahan Perilaku Mereka
Mencuci Tangan Bisa Jadi Cara Ampun Cegah Terjadinya Infeksi
Benarkah Scaling Bisa Membuat Gigi Menjadi Lebih Tipis?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini