Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Mitos tentang rokok vape yang beredar luas, benar atau tidak?

3 Mitos tentang rokok vape yang beredar luas, benar atau tidak? Ilustrasi rokok elektrik. Shutterstock/scyther5

Merdeka.com - Booming rokok elektrik atau yang biasa disebut dengan rokok vape melanda Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Banyak yang berpendapat bahwa rokok elektrik ini bisa menjadi alternatif rokok yang lebih sehat.

Benarkah demikian? Sebuah artikel lansiran dari fitnessmagazine.com menjelaskan hal tersebut beserta mitos populer lainnya tentang rokok vape.

Mitos

Rokok vape tidak membahayakan

Fakta

"Hingga saat ini belum ada data ilmiah yang menjelaskan tentang kandungan zat dalam rokok vape dan efek jangka panjangnya untuk tubuh," ujar Robin Mermelstein, Ph.D, kepala Health Research and Policy di University of Illinois, Chicago. "Mungkin rokok vape terlihat lebih aman dari rokok biasa namun bukan berarti aman 100%."

Mitos

Rokok vape membantu para perokok berhenti merokok

Fakta

Tidak ada bukti kuat yang mendukung bahwa rokok vape membantu perokok untuk menghentikan kebiasaannya. Dan karena vape mengandung nikotin maka bisa saja hal tersebut salah.

Mitos

Rokok vape tidak menimbulkan risiko kesehatan

Fakta

Rokok vape memang tidak memancarkan asap seperti rokok biasa. Namun rokok vape mengeluarkan uap yang mengandung nikotin dan bersifat karsinogen seperti rokok pada umumnya.

Well, dari penjelasan tersebut maka bisa disimpulkan bahwa merokok vape ternyata tak benar-benar sehat dan aman daripada rokok biasa. Jadi solusinya adalah kamu memang harus berhenti merokok demi kesehatan tubuh.

(mdk/feb)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP