Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ritual Buka Luwur, mengganti kelambu makam Sunan Muria lalu dijual

Ritual Buka Luwur, mengganti kelambu makam Sunan Muria lalu dijual Makam sunan Muria. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Hampir di setiap makam para Wali Songo, terdapat ritual tradisional untuk menghargai jasa-jasa para wali. Di makam Sunan Muria misalnya, terdapat ritual Buka Luwur. Ritual atau upacara Buka Luwur atau Ganti Luwur adalah upacara mengganti kelambu atau kain penutup makam Sunan Muria.

Saat itu ribuan peziarah datang untuk mengikuti puncak prosesi atau ritual tersebut yang dipercaya dapat mendatangkan berkah. Awalnya, upacara Buka Luwur ini digelar pada tanggal 10 Sura atau Muharram. Kemudian tahun 1960-an waktu ritual diubah oleh beberapa juru kunci makam, menjadi tanggal 15 Sura atau Muharam.

"Alasannya tanggal 10 Sura bertepatan dengan haul Sunan Kudus dan haul Mbah Mutakin di Kajen Pati," ungkap Imam Masjid Sunan Muria saat ditemui merdeka.com, Selasa (14/7).

Meskipun demikian, Mastur mengakui sampai saat ini belum ada tanggal jelas wafat dan lahirnya Sunan Muria atau Raden Umar Said tersebut.

Upacara Buka Luwur ini dilaksanakan dalam waktu yang cukup panjang, sekitar dua minggu lamanya. Ritual dimulai dengan membersihkan sumber mata air Nglaren di pagi hari. Kemudian di malam harinya digelar Manaqib dan Perjanjen, yaitu melantunkan salawat dan puji-pujian.

Prosesi selanjutnya acara Dondom Luwur atau menjahit kelambu dan mori yang akan dipasang disekitar makam Sunan Muria. "Tidak main-main kelambu dan kain mori yang dibutuhkan hingga 13 potong dengan total panjang sekitar 650 meter. Pasalnya, kain yang dipasang tersebut di desain seperti sedemikian rupa seperti dahulu kala. Kelambu, sarung, lajer dan lainnya. satu potongnya sampai 50 meter," paparnya.

Selain itu, dilakukan Istigashah Assyura yang diikuti penyantunan anak yatim. Kemudian Qotmil Qur'an Bil Ghoib putri disambung Qotmil Qur'an Bil Ghoib Putra. Kedua kegiatan Qotmil Quran diikuti penyembelihan ternak kerbau.

"Puncaknya pada tanggal 15 Muharom digelar pengajian umum yang biasanya diisi oleh ulama dari Pekalongan Habib Luthfi dan Ulama dari Kota Semarang Habib Umar Muthohar," jelasnya.

Di acara pengajian akbar itulah dilakukan acara pelelangan bekas kain kelambu yang bekas dan hasil lelang dimasukkan ke kas yayasan. (mdk/rep)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP