Menelusuri keindahan Masjid Agung Paris

Masjid ini dibangun sekitar 1926 sebagai bentuk terima kasih kepada tentara Prancis yang beragama Islam.

Iqbal Nugroho
Oleh Iqbal Nugroho - Editor
Menelusuri keindahan Masjid Agung Paris
Seorang pengunjung saat berada di pelataran Masjid Agung Paris di Arondisemen Ve, Prancis (17/6). Salah satu masjid terbesar di Prancis ini dibangun antara tahun 1922 sampai 1926 sebagai bentuk terima kasih kepada tentara Prancis beragama Islam yang ikut berperang melawan Jerman pada Perang Dunia I. ©AFP PHOTO/JOEL SAGET
1 dari 6 halaman
Menelusuri keindahan Masjid Agung Paris
Arsitektur Masjid Agung Paris memiliki desain dengan gaya mudejar, gaya yang dikembangkan oleh Muslim Andalusia, dengan mosaik dan dekorasi berwarna-warni serta bernuansa hangat. ©AFP PHOTO/JOEL SAGET
2 dari 6 halaman
Menelusuri keindahan Masjid Agung Paris
Di kompleks Masjid Agung Paris ini tersedia cafe, restoran dan toko yang menyediakan makanan dan barang yang dibutuhkan oleh umat. ©AFP PHOTO/JOEL SAGET
3 dari 6 halaman
Menelusuri keindahan Masjid Agung Paris
Masjid Agung Paris memiliki menara setinggi 33 meter. ©AFP PHOTO/JOEL SAGET
4 dari 6 halaman
Menelusuri keindahan Masjid Agung Paris
Saat Paris diduduki oleh tentara Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II, Masjid Agung Paris ini dijadikan sebagai tempat perlindungan rahasia untuk orang berdarah Aljazair dan orang Yahudi Eropa. ©AFP PHOTO/JOEL SAGET
5 dari 6 halaman
Menelusuri keindahan Masjid Agung Paris
Desain menara Masjid Agung Paris yang dilengkapi dengan mosaik dan ukiran kayu yang diimpor dari Maroko. ©AFP PHOTO/JOEL SAGET
6 dari 6 halaman
Menelusuri keindahan Masjid Agung Paris
Masjid Agung Paris terbuka untuk umum dan boleh dikunjungi oleh nonmuslim. Namun, berwisata ke masjid ini gratis untuk umat muslim, sedangkan bagi nonmuslim diarahkan memasukkan uang ke sebuah guci untuk kemakmuran masjid. ©AFP PHOTO/JOEL SAGET
Rekomendasi