Tunanetra isi Ramadan dengan bertadarus Alquran Braille di Medan

Kegiatan ini rutin digelar setiap Kamis di Sekretariat Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Medan.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Tunanetra isi Ramadan dengan bertadarus Alquran Braille di Medan
Tunanetra baca Alquran Braille. ©2013 Merdeka.com

Kekurangan fisik tidak menjadi halangan bagi warga tunanetra di Medan untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan ibadah. Mereka mengikuti tadarus Alquran diadakan setiap Kamis.Tadarus pertama Ramadan 1434 H digelar Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Medan di sekretariat mereka di Jalan Sampul, Medan. Tadarus ini diikuti sekitar 20-an penyandang tunanetra."Tadarus ini memang dilaksanakan setiap Kamis, anggota yang datang masih segini, tapi tadarus berikutnya yang datang bisa bertambah, mungkin karena ini masih awal Ramadan," ujar anggota Pertuni Medan, Syamsul Bahri Harahap (43), Kamis (11/7).Para tunanetra ini membaca Alquran yang ditulis dalam huruf Braille. Mereka saling menyimak bacaan rekannya dan mengoreksi jika terjadi kesalahan.Tadarus Alquran ini dipandu seorang guru. Tugas itu dipercayakan pada Norman Ritonga, yang juga Sekretaris Pertuni Kota Medan. "Tadi kami mulai dari Surah Yusuf, juz 13, karena kita meneruskan pengajian yang kita gelar setiap Kamis di luar bulan Ramadan. Insya Allah kami akan khatam pada 27 Ramadan nanti," papar Syamsul.Pria yang berprofesi sebagai tukang pijat ini memaparkan, tadarus ini memang agenda tahunan Pertuni Medan. Pesertanya berasal dari penjuru Kota Medan.
"Anggota Pertuni yang Muslim sekitar 150-an orang," ucap Syamsul.Anggota Pertuni yang ikut dalam tadarus ini terbagi dalam dari beberapa tingkatan. Ada yang masih baru belajar huruf hijaiyah dalam bentuk braille, ada pula yang sudah tingkat lanjut. "Tapi, Insya Allah sekarang sudah semua bisa baca Alquran, meskipun ada yang masih pemula," jelas Syamsul.Kegiatan tadarus Alquran ini terkadang dirangkai dengan ceramah agama. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka juga merencanakan kegiatan berbuka bersama. "Yang hampir pasti ada buka bersama sekali, itu biasanya diadakan PKS. Tapi bisa juga sampai 4 kali, karena kita sebagai pribadi terkadang juga mengadakan buka bersama," jelas Syamsul.

Rekomendasi