Safari Ramadan, politik dikemas berbalut agama

Makna di balik safari Ramadan sejak awal pencetusannya memang ditujukan untuk memetakan kekuatan politik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Safari Ramadan, politik dikemas berbalut agama
Jabat tangan. ©2012 Merdeka.com

Banyak partai politik memanfaatkan berkah Ramadan dengan melakukan safari Ramadan, berkeliling ke beberapa daerah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat miskin. Safari Ramadan seperti yang dilakukan Partai Demokrat di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (8/8).Meski dalam perjalanannya sempat terjadi kecelakaan mobil, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Adhie Baskoro Yudhoyono mengatakan tujuan safari Ramadan adalah untuk mengukuhkan tali silaturahim dan berbagi antar sesama. Namun terlepas dari pernyataan Edhie, makna di balik safari Ramadan sejak awal pencetusannya memang ditujukan untuk memetakan kekuatan politik yang dikemas dalam balutan Agama.Dalam buku Politik Komunikasi Partai Golkar di Tiga Era tulisan Rully Chairul Azwar dikatakan, awal mula pemprakarsa penggunaan istilah safari Ramadan adalah Menteri Penerangan yang juga politikus Partai Golkar, Harmoko pada tahun 1983. Kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan komunikasi politik interpersonal."Memang pada era Harmoko, Golkar ternyata juga melakukan sejumlah kegiatan yang bisa dianggap sebagai penyerapan aspirasi pemilih atau bahkan studi tentang pemilih," kata Rully. Dia menyejajarkan safari Ramadan dengan temu kader, survei, dan studi pemilih.Sedangkan pelaksanaan safari di dalam Ramadan bukan tanpa alasan, menurut Rully alasan utamanya adalah pemanfaatan doktrin agama yang mengatakan sekecil apapun perbuatan dosa di Ramadan bisa mengurangi pahala puasa, termasuk berbohong. Sehingga safari Ramadan memang ditujukan untuk menyerap informasi seobjektif mungkin dari bawah."Agar apa yang diserap dan disampaikan bisa betul-betul memberikan makna dan nuansa seobjektif mungkin. Karena di bulan Ramadan, tidak ada pemikiran-pemikiran yang tidak jujur," lanjut Rully.Mulai dari situlah, akhirnya kegiatan safari Ramadan berakar kuat di Indonesia sehingga menjadi tradisi pada setiap tahunnya. Maka tidak heran jika saat ini kita banyak menjumpai berbagai tokoh politisi berlomba-lomba selama Ramadan.

Rekomendasi