Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penjual daging jadi sahabat Nabi Musa di surga

Penjual daging jadi sahabat Nabi Musa di surga Ilustrasi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Allah SWT memerintahkan Nabi Musa berdakwah, dan mengajak kepada Bani Israil untuk taat kepada Allah. Suatu hari, ketika sedang beribadah, Nabi Musa berdoa kepada Allah meminta petunjuk, siapa yang akan menjadi sahabatnya kelak di surga.

Mendengar permintaan dari hamba kesayangannya itu, Allah SWT menjawab, "Pergilah kamu ke kota ini dan pergilah ke pasar (yang telah ditetapkan), maka kamu akan bertemu dengan seorang pria penjual daging dengan paras demikian. Dialah orangnya yang menjadi kawanmu kelak di Surga," seperti dikutip dari buku kisah orang-orang sabar tulisan Nasiruddin.

Setelah mendapat wahyu, nabi segera melakukan perjalanan menuju kota yang telah ditetapkan. Berhari-hari nabi menempuh perjalanan, melewati padang pasir tandus seorang diri. Hingga nabi sampai pada sebuah wilayah yang cukup maju pada masa itu.

Sampai di sebuah pasar yang berada di tengah kota, nabi segera mencari penjual daging seperti yang dikabarkan Allah SWT. Tidak ada yang luput, seluruh isi pasar dia perhatikan untuk memastikan ciri pria yang kelak menjadi sahabatnya di surga.

Ketika melewati deretan penjual daging, pandangan mata Nabi Musa tertuju pada seorang pria yang tengah sibuk memotong daging, sambil melayani pembeli. Dari kejauhan Nabi Musa terus memperhatikan tingkah laku pria penjual daging itu, tidak ada yang istimewa dari sosok tersebut.

Nabi terus berdiri mengawasi sampai matahari terbenam, dia melihat penjual itu memotong sekerat daging dan memasukkannya ke dalam keranjang. Nabi merasa heran, dalam benaknya apa yang akan diperbuat penjual itu dengan sekerat daging potongannya? Penasaran, kemudian nabi berjalan menghampiri penjual mencari jawaban, dengan berpura-pura menjadi pembeli.

Sambil membeli, nabi menceritakan bahwa dirinya bukan asli penduduk kota itu. Nabi mengaku sedang melakukan perjalanan jauh, dan mampir ke kota untuk bermalam serta melepas lelah. "Apakah anda punya tamu?" tanya nabi. "Betul, saya punya tamu," jawab penjual daging.

Karena sesama muslim, kemudian penjual daging yang belum mengetahui bahwa dia berhadapan dengan utusan Allah SWT, mengajak nabi Musa ikut ke rumahnya dan menyilakan bermalam.

Setelah sampai di rumahnya, penjual itu mengeluarkan keratan daging dan memasaknya, sedangkan nabi duduk di ruang tamu. Setelah matang, kemudian dia menyuapi ibunya yang sudah lemah tidak berdaya. Dengan sabar dan lembut, penjual daging berlahan menyuapi ibunya tersayang.

Ternyata, selain mencukupi kebutuhan ibunya dengan berdagang daging, dia juga merawat ibunya dengan menyuapi makanan dan mencuci pakaiannya setiap harinya.

Ketika sudah kenyang dengan suapan daging, kemudian ibunya menarik lembut baju anaknya, dan membisikkan lirih ke telinga buah hatinya itu "Ya Allah, tempatkanlah anakku bersama Nabi Musa di surga."

Meski Nabi Musa yang duduk di meja tamu, namun dirinya bisa mendengarkan doa ibu penjual daging itu yang berada di balik tembok kamar. Nabi Musa segera mendatangi mereka dan menjelaskan maksud sebenarnya kedatangan dia.

"Terimalah kabar gembira untukmu, dan kenalkan aku adalah Musa, engkau adalah sahabatku kelak di surga. Semoga perjumpaan nanti kita di surga dimudahkan oleh Allah SWT," kata Nabi Musa. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP