Survei: 57 persen konsumen Indonesia pilih apartemen sebagai hunian

Minggu, 26 November 2017 10:39 Reporter : Idris Rusadi Putra
apartemen. Merdeka.com

Merdeka.com - Masyarakat Indonesia, bahkan yang berada di kota besar sekalipun, lebih memilih untuk tinggal di rumah tapak ketimbang apartemen. Alhasil, mereka rela membeli hunian di pinggiran kota dan menikmati kemacetan karena belum merasa nyaman tinggal di hunian bertingkat.

Namun demikian, sebagian masyarakat Indonesia sudah mempertimbangkan kepraktisan hunian bertingkat seperti apartemen.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2017 menunjukkan bahwa 57 persen dari 1020 responden di Indonesia memilih apartemen sebagai tipe hunian yang akan dibeli. Ini merupakan peningkatan jika dibandingkan survei pada semester 2 tahun 2016, di mana hanya 35 persen responden yang tertarik membeli apartemen.

Head of Marketing rumah.com, Ike Hamdan mengatakan, survei yang dilakukan ini diharapkan bisa memberikan advokasi yang berkualitas bagi konsumen dalam hal pertimbangan keputusan untuk memiliki rumah atau hunian lainnya.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2017 adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1.020 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan JanuariJuni 2017.

"Apartemen jadi satu-satunya solusi bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas namun ingin tinggal di dekat tempat bekerja. Hal ini masuk akal mengingat harga rumah tapak di Jakarta Selatan misalnya, seperti Kebagusan, Jagakarsa, dan sekitarnya sudah berada pada kisaran di atas Rp 1,5 miliar. Sementara di perbatasan seperti Bintaro sudah mencapai Rp 600-800 jutaan," katanya dikutip dari keterangan resmi perusahaan.

Harga apartemen di Jakarta Selatan pada rentang harga Rp 350 juta-Rp 800 juta mengalami kenaikan. Hingga akhir Q3-2017, median harga apartemen di segmen ini tercatat sebesar Rp 17.220.000 per meter persegi. Dengan kisaran harga tersebut, apartemen dengan tiga kamar tidur masih bisa ditemukan di tengah kota.

Untuk apartemen yang letaknya di tengah kota, seperti Pancoran, Kalibata, dan Kebagusan, bisa didapatkan dengan dua kamar tidur seharga Rp 350 juta-Rp 460 jutaan, atau apartemen dengan tiga kamar tidur dengan harga Rp 700 jutaan.

Mengamati tren apartemen pada segmen Rp 300 juta hingga Rp 800 juta di Jakarta Selatan, median harga apartemen di Jakarta Selatan terus meningkat dalam setahun terakhir. Pada Q3 2016, median harga segmen ini masih berada pada harga Rp 16.330.000 atau meningkat sebesar 5,5 persen dalam waktu satu tahun.

Tren harga apartemen ini, seperti semua sektor properti lainnya, sempat terhambat di paruh kedua 2016. Index mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,6 persen pada Q4 2016 dibanding Q3 2016. Pasar kemudian bergerak ke arah yang positif di tahun ini di mana tren harga apartemen di segmen ini terus menguat sejak awal tahun hingga Q3 2017.

Sementara itu, Rumah.com Property Supply Index mencatat suplai apartemen Rp 350 juta-Rp 800 juta di Jakarta Selatan mengalami kenaikan sebesar 10 persen pada Q3 2017 dibandingkan Q2 2017. Meski demikian, secara tahunan, suplai ini mengalami penurunan sebesar 5,4 persen.

Menurunnya suplai apartemen di bawah Rp 800 juta di Jakarta Selatan ini bisa jadi disebabkan pengembang mengarahkan pada penyerapan unit yang telah dipasarkan terlebih dahulu dan mengarahkan fokusnya kepada apartemen kelas menengah atas.

Berdasarkan Index, suplai apartemen Rp 800 juta hingga Rp 3 miliar di Jakarta Selatan meningkat 20 persen pada Q3 2017 dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara secara tahunan, suplai apartemen untuk segmen ini meningkat hingga 62 persen.

"Ini artinya, gengsi apartemen di Jakarta Selatan juga meningkat. Ini bisa jadi disebabkan munculnya kawasan bisnis baru di TB Simatupang. Para pekerja di kawasan inilah yang menjadi target pasar pengembang apartemen," jelas Ike. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Apartemen
  2. Properti
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini