Wiranto ancam kader Hanura Jatim yang suka bikin gaduh
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Hanura, Jenderal TNI (Purn) Wiranto tak mau berkompromi dengan kader yang suka bikin gaduh. Menurutnya, friksi di internal partai bisa menghancurkan cita-cita merebut kemenangan Pemilu 2019 mendatang.
Ketegasan Wiranto yang juga Menkopolhukam di Kabinet Kerja Jokowi ini, menyusul adanya kisruh di DPD Hanura Jawa Timur beberapa waktu lalu, termasuk salah satunya adalah kasus penunjukan Eddi Rahmat sebagai Plt Ketua DPC Hanura Surabaya menggantikan Wisnu Wardhana, yang terjerat kasus dugaan korupsi PT Panca Wira Usaha.
"Jadi kita kumpul ini untuk persaudaraan. Kita kumpul untuk mengikrarkan persaudaraan sebagai bangsa, sebagai Partai Hanura. Kalau dalam Islam ada ukhuwah Islamiah; persaudaraan sesama Islam. Dalam negara ada ukhuwah watoniah; persaudaraan sesama warga bangsa. Ada ukhuwah basyariah; persaudaraan antar bangsa. Di partai hanura ada persaudaraan," kata Wiranto saat menghadiri pengukuhan DPC-DPC se Jawa Timur dan Rakerda I DPD Hanura Jawa Timur di Surabaya, Senin (28/11).
Dia melanjutkan, sebagai partai politik, Hanura didirikan bukan asal-asalan, maupun karena latah, atau ikut-ikutan. "Politik kita punya tujuan. Politik bukan tujuan pribadi, tapi tujuan bagaimana politik itu adalah memberikan kebaikan-kebaikan kepada bangsa."
Wiranto menekankan, lebih penting adanya kerja sama yang baik antar kader. "Harus ada persatuan, ada kebersamaan antar anggota Partai Hanura di Jawa Timur. Saya tahu, bahwa semenjak DPD (Jatim) saya kukuhkan, masih banyak keributan-keributan, kerepotan-kerepotan, masih banyak yang hatinya kotor, basih banyak dengki, iri hati," katanya.
"Semua yang kotori hati manusia sebenarnya tidak boleh mengotori kita sebagai Partai Hati Nurani Rakyat. Partai mengandalkan kebersihan hati, tidak boleh dalam organisasi ada iri hati, ada sakit hati, ada yang dendam, tidak boleh, kita hapuskan itu sebagai Partai Hati Nurani Rakyat," sambungnya.
Namun, mantan Menpangab ini juga tidak menyangkal adanya perkembangan signifikan di tubuh DPD Hanura Jawa Timur. "Oleh karena itu, saya melihat sudah ada perkembangan, ada harapan di Partai Hanura Jawa Timur. Maka saya peringatkan jangan ada yang mencoba untuk membuat kekacauan, jangan ada yang mencoba untuk melakukan langkah-langkah tak terpuji yang menimbulkan friksi dalam tubuh Partai Hanura di Jawa Timur," tegasnya.
Bahkan, Wiranto mengklaim dirinya pasti akan tahu jika ada kadernya yang 'nakal.' "Saya akan tahu dan akan ketahuan pasti. Dan sekali lagi, untuk kali ini tidak ada kompromi, tidak ada maaf bagimu, bagi siapapun yang mengacau Partai Hanura," ancamnya.
Kembali dia mengingatkan para kadernya, perpecahan tidak akan bisa mencapai hasil maksimal dalam merebut kemenangan Pemilu 2019 mendatang. "Karena saatnya sudah tepat, kita berjuang ke depan, jangan menengok ke belakang."
"Perpecahan ke dalam membuat kita tidak satu. Dengan tidak satu kita tidak mungkin dapat mencapai hasil maksimal dalam perjuangan politik. Perjuangan politik hanya bisa dicapai kalau kita bersatu, kompak," tandasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya