Waketum Gerindra sebut kemungkinan PPP akan gabung koalisi Prabowo
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, ada partai berwarna hijau yang akan segera bergabung mendukung Prabowo sebagai calon presiden di Pemilu Serentak 2019. Ketika ditanya soal partai hijau merujuk pada PPP, Ferry tidak membantah.
"Ya kemungkinannya begitu," kata Ferry di Kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (20/4).
Ferry menyebut, klaim PPP bakal gabung poros Prabowo bukan tanpa alasan. Dia mengklaim, mayoritas kader PPP sebenarnya lebih senang memilih calon presiden asalkan bukan Joko Widodo.
"Dan lihat dari apa yang pernah saya sampaikan, sebenarnya secara kultural PPP tidak senang kalau, jadi pemilih atau kader PPP itu lebih senang kalau milihnya bukan Jokowi," ujarnya.
Elit PPP, kata Ferry, juga mengetahui jika sebagian kader dan pemilih Islam tidak mendukung Jokowi sebagai calon presiden. Sikap sebagian kader dan pemilih Islam itu dikarenakan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro umat Islam.
"Beberapa kebijakan Jokowi relatif bisa dikatakan agak merugikan umat Islam. Termasuk penangkapan dan intimidasi terhadap beberapa kasus-kasus," klaimnya.
"Itu pasti membangun kesadaran pemilih islam yang lain, yang belum tentu sama dengan pendapat elite," sambung Ferry.
Kemudian, alasan Gerindra mengajak PPP bergabung ke poros Prabowo juga didasarkan pada pengalaman kerjasama di Pemilu 2014. PPP pernah tergabung dalam poros Koalisi Merah Putih (KMP) yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.
"Niat baik kami membuka ruang komunikasi dan dialog dengan PPP karena PPP gimanapun juga dulu pernah bareng dengan kita," tandas Ferry.
Sinyal ini diperkuat dengan pertemuan ketua tim pemenangan Gerindra, Sandiaga Uno yang bertemu dengan Ketum PPP Romahurmuziy. Dalam pertemuan itu, PPP ingin Prabowo jadi cawapres Jokowi, sementara Gerindra kukuh ingin Prabowo jadi capres.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya