Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, baru-baru ini menyoroti peran penting Radio Republik Indonesia (RRI) dalam menghadapi tantangan informasi digital. Dalam kunjungan kerjanya ke RRI Bandung, Jawa Barat, ia menekankan perlunya optimalisasi RRI sebagai garda terdepan. RRI diharapkan mampu menangkal hoaks dan arus informasi sesat yang kerap menyesatkan masyarakat luas.
Novita Hardini menegaskan bahwa RRI memiliki potensi besar menjadi benteng utama bangsa ini dari hoaks dan degradasi moral. Hal ini terutama di tengah gempuran arus digital yang tak terkendali saat ini. Namun, untuk mewujudkan peran strategis ini, dukungan konkret berupa regulasi yang berpihak sangat dibutuhkan.
Dorongan ini muncul sebagai respons terhadap tantangan informasi yang semakin kompleks. RRI, sebagai media publik, diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga aktif mengedukasi. Peran RRI tangkal hoaks menjadi krusial untuk menjaga literasi dan budi pekerti masyarakat Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Digital RRI: Bukan Sekadar Ikut Zaman
Novita Hardini mengapresiasi langkah RRI Bandung yang mulai menggarap konten digital untuk merangkul generasi muda. Namun, ia menekankan bahwa transformasi ini harus diperluas agar menyentuh berbagai segmen, termasuk anak-anak usia dini. RRI tidak boleh berhenti pada jargon 'radio publik' semata.
Transformasi digital RRI harus hadir sebagai media edukasi dan benteng informasi yang kuat bagi masyarakat. RRI harus bisa menjadi media stimulan yang membacakan dongeng, cerita rakyat, dan konten edukasi yang membangun budi pekerti anak. Mengingat sejarahnya sebagai media proklamasi kemerdekaan, RRI harus hadir dengan warna yang menyehatkan di tengah konten instan.
Ini adalah bagian penting dari upaya RRI tangkal hoaks, karena edukasi sejak dini akan membangun fondasi literasi media yang kuat. Dengan konten yang relevan dan mendidik, RRI dapat membentuk generasi yang kritis dan tidak mudah termakan informasi palsu.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Anggaran dan Regulasi: Kunci Penguatan RRI
Politisi asal Trenggalek ini juga menyoroti pentingnya dukungan politik anggaran untuk RRI. Infrastruktur digital merupakan kebutuhan mutlak agar RRI mampu menjalankan peran strategisnya. Dukungan ini penting baik dalam menangkal hoaks maupun mengedukasi masyarakat secara luas.
Novita mengingatkan agar isu politik anggaran di Komisi VII untuk RRI benar-benar diperhatikan pada tahun 2026. "Jangan sampai RRI diminta bertransformasi, tapi tidak diberi dukungan penuh," ujarnya. Ia berharap anggaran tahun 2027 dapat lebih diperkuat.
Penguatan anggaran akan memungkinkan RRI untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas kontennya. Hal ini juga akan mendukung kerja sama RRI dengan pemerintah daerah, terutama di daerah-daerah yang belum terakses. Dukungan ini esensial untuk memperkuat peran RRI tangkal hoaks di seluruh pelosok negeri.
Advertisement
Advertisement
RRI sebagai Stimulan Edukasi Anak Bangsa
Novita Hardini secara spesifik menyebutkan bagaimana RRI dapat menjadi media stimulan. RRI bisa membacakan dongeng dan cerita rakyat dari berbagai nusantara, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. Konten edukasi semacam ini sangat penting untuk membangun budi pekerti anak sejak usia dini.
Ia mengingatkan kembali peran historis RRI sebagai media yang digunakan Bung Karno untuk memproklamirkan kemerdekaan ke seluruh nusantara. Sejarah ini menjadi inspirasi bagi RRI untuk terus relevan dan kekinian. Di tengah gempuran konten digital yang serba instan, RRI harus hadir dengan warna yang menyehatkan.
Melalui konten edukatif yang kaya nilai budaya dan moral, RRI dapat menjadi benteng informasi yang positif. Ini adalah salah satu strategi efektif RRI tangkal hoaks, dengan mengisi ruang digital dengan informasi yang akurat dan bermanfaat, khususnya bagi generasi muda.
Advertisement
Sumber: AntaraNews