TNI dan Unhan Pasang Alat Penjernih Air Canggih untuk Korban Bencana Sumut

TNI dan Universitas Pertahanan RI menyalurkan Alat Penjernih Air berteknologi canggih bagi korban bencana di Sumatra Utara, memastikan pasokan air bersih layak konsumsi dan meningkatkan kualitas hidup pengungsi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TNI dan Unhan Pasang Alat Penjernih Air Canggih untuk Korban Bencana Sumut
TNI dan Universitas Pertahanan RI menyalurkan Alat Penjernih Air berteknologi canggih bagi korban bencana di Sumatra Utara, memastikan pasokan air bersih layak konsumsi dan meningkatkan kualitas hidup pengungsi. (AntaraNews)

TNI bersama Universitas Pertahanan RI (Unhan) baru-baru ini menyalurkan mesin penjernih air canggih. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu para korban bencana di posko pengungsian Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Sumatra Utara. Kehadiran alat ini diharapkan dapat mengatasi krisis air bersih yang sering melanda area terdampak bencana.

Mesin penjernih air tersebut dirancang khusus untuk mengubah air kotor menjadi air bersih yang layak konsumsi. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Langkah kolaboratif antara TNI dan Unhan ini menunjukkan komitmen dalam penanganan pascabencana.

Bantuan ini menjadi krusial mengingat pentingnya akses terhadap air bersih bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak. Teknologi yang diterapkan memastikan air yang dihasilkan aman untuk diminum. Ini merupakan upaya nyata dalam mitigasi dampak bencana alam.

Alat Penjernih Air Bencana Sumut ini mengintegrasikan teknologi filtrasi mutakhir. Kadet Program Studi Teknik Sipil FTTP Unhan, Sersan Mayor Dua Kadet Ronald Marcus Sihite, menjelaskan sistem ini dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan. Teknologi utamanya memanfaatkan fiber reinforced plastic (FRP) sebagai tabung filtrasi utama.

Di dalam sistem FRP, terdapat beberapa lapisan media penyaring yang bekerja secara sinergis. Lapisan tersebut meliputi manganese ferrolit dan manganese zeolit untuk mengurangi kandungan logam serta kekeruhan air. Selanjutnya, karbon aktif berfungsi menyerap bau, warna, dan zat pencemar organik.

Untuk memperhalus hasil penyaringan, digunakan silika sebagai media tambahan. Setelah melalui tahap filtrasi awal ini, air diproses lebih lanjut menggunakan teknologi reverse osmosis (RO). Proses RO ini sangat efektif untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro.

Tahap akhir penjernihan dilengkapi dengan penyinaran ultraviolet (UV). Penyinaran UV berfungsi krusial untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya lainnya. Dengan kombinasi teknologi ini, air yang dihasilkan benar-benar aman dan layak untuk dikonsumsi langsung oleh para pengungsi.

Keunggulan utama dari Alat Penjernih Air Bencana Sumut ini terletak pada efisiensi biaya operasionalnya dan kapasitas produksi yang sangat tinggi. Sistem ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam skala besar. Inovasi ini menjadi solusi efektif di tengah situasi darurat pascabencana.

Marcus Sihite mengemukakan bahwa sistem tersebut mampu menghasilkan lebih dari 20.000 liter air bersih setiap harinya. Selain itu, sekitar 4.000 hingga 5.000 liter air di antaranya merupakan air yang sudah layak konsumsi langsung. Kapasitas ini sangat vital untuk menopang kebutuhan ribuan jiwa pengungsi.

Dengan kemampuan produksi yang signifikan, alat inovasi Unhan dan TNI ini diharapkan dapat mempermudah para korban bencana dalam mendapatkan akses air bersih. Ketersediaan air bersih yang memadai adalah kunci untuk mencegah berbagai penyakit. Ini juga menjaga sanitasi di lingkungan pengungsian.

Bantuan Alat Penjernih Air Bencana Sumut ini mendapatkan sambutan positif dan apresiasi tinggi dari masyarakat setempat. Kepala Desa Batu Hula menyampaikan rasa terima kasihnya atas fasilitas mesin penjernih air yang telah diberikan oleh Kementerian Pertahanan dan TNI. Dukungan ini sangat berarti bagi warga yang terdampak.

"Terima kasih telah memberikan fasilitas mesin penjernih air. Alat ini sudah berfungsi dan airnya bisa langsung diminum," ujar Kepala Desa Batu Hula dalam siaran pers. Ia menambahkan bahwa alat ini sangat bermanfaat bagi sekitar 1.700 jiwa pengungsi yang berada di desa tersebut.

Keberadaan mesin ini tidak hanya menyediakan air bersih, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengungsi. Inisiatif kolaboratif antara TNI dan Unhan ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan sinergi antarlembaga dapat memberikan dampak positif. Ini terutama dalam penanganan krisis kemanusiaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi