Tinggalkan Ridwan Kamil, Golkar ajak PKB koalisi di Pilgub Jabar

Rabu, 20 Desember 2017 16:46 Reporter : Hari Ariyanti
Tinggalkan Ridwan Kamil, Golkar ajak PKB koalisi di Pilgub Jabar Dedi Mulyadi di kantor merdeka.com. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Partai Golkar semakin mengintensifkan komunikasi dengan PKB untuk koalisi di Pilkada Jawa Barat. Hal itu dilakukan usai Golkar menarik dukungan terhadap Ridwan Kamil.

"Saya mengajak kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk duduk satu meja bersama-sama melakukan pembahasan Pemilu di Jawa Barat dalam posisi kita memiliki posisi sederajat, tidak ada yang merasa ditinggikan dan tidak ada yang merasa direndahkan," jelas Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Rabu (20/12).

Duduk bersama penting dilakukan untuk membaca segala kemungkinan yang terjadi. Mengingat konstelasi Pilkada Jabar masih sangat cair.

"Semua partai hari ini tidak memiliki mitra koalisi yang memadai sehingga kemudahan dengan apa yang dilakukan Partai Golkar saat ini membuka ruang bagi semuanya untuk membicarakan Pilkada Jawa Barat secara tepat," jelasnya.

Pembicaraan dengan PKB, kata Dedi, masih menyangkut koalisi parpol, bukan pada figur calon. Membicarakan figur lebih dulu, menurutnya, tak akan bermakna kalau 20 persen jumlah kursi tak tercapai.

"Dari awal saya mengatakan jangan dulu berbicara orang. Bicaralah tentang perahunya yang mengisinya siapa. Yang ngisinya itu didasarkan pada diakomodirnya seluruh kepentingan masyarakat dan tentunya kita tak memungkiri partai punya kemungkinan untuk mengakomodir eksistensinya dirinya dan elektabilitas kepartaiannya," kata Bupati Purwakarta ini.

Dedi mengatakan, telah berbicara dengan beberapa fungsionaris PKB di Jabar dan beberapa daerah dan koalisi sangat terbuka lebar. Selain itu ia juga pernah bertemu dengan 27 DPC.

"Sudah ketemu chemistry-nya karena saya dengan PKB cukup dekat sejak lama. Nanti kita bicara satu meja bareng untuk menyodorkan siapa sih yang harus jadi gubernurnya, siapa yang jadi wagubnya," kata dia.

Tak hanya PKB, tapi parpol lainnya masih berpeluang menjadi mitra koalisi Golkar seperti Demokrat, PPP, dan PDIP. Kesempatan masih terbuka dan bisa menjadi wahana untuk membangun sistem koalisi yang setara.

"Tidak ada yang merasa lebih tinggi dari yang lain. Itu penting," ujarnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini