Timses Ungkap Politik Genderuwo ala Prabowo yang Dimaksud Jokowi

Jumat, 9 November 2018 20:33 Reporter : Sania Mashabi
Prabowo deklarasi Gerakan Emas di Klender. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin, Arsul Sani menilai, Presiden Jokowi tengah menyindir kubu pasangan Prabowo-Sandiaga saat melontarkan istilah 'politik genderuwo'. Sebab, kata dia, gaya kampanye tim Prabowo-Sandi terkesan sering menakut-nakuti.

"Sebenarnya Pak Jokowi sedang menggelitik yang di sebelah, agar kualitas konten kampanyenya ditingkatkan, dengan memberikan alternatif kebijakan, ide-ide baru, bukan hanya mencela, teriak bohong atau pencitraan," kata Arsul kepada wartawan, Jumat (9/11).

Menurutnya, tim Prabowo-Sandi kerap melontarkan pidato yang kontroversial. Mulai dari Indonesia akan hancur, punah dan dikuasai asing.

"Coba gimana enggak bikin takut kalau yang disuarakan Indonesia akan hancur, punah, dikuasai asing, dan lain-lain dan itu dilempar tanpa berbasis data-data kuantitatif," ungkapnya.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga menegaskan, selama ini Jokowi tidak pernah menggunakan konten kampanye atau pidato yang menakutkan.

"Ya Pak Jokowi menyampaikan seperti itu karena ada yang gaya kampanyenya ada yg nakut-nakuti, genderuwo kan makhluk halus yang kalau muncul memang nakut-nakuti manusia yang ketemu dengannya," ucapnya.

Diketahui, setelah sontoloyo kini Presiden Jokowi menyindir politikus genderuwo. Menurut Jokowi politikus genderuwo adalah politikus yang menggunakan propaganda tak sehat untuk menakut-nakuti masyarakat.

"Politikus genderuwo itu cara propaganda politik, menakut-nakuti rakyat, menimbulkan pikiran dan ujungnya ketidakpastian," kata Jokowi usai Peresmian Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV di Jawa Tengah, Jumat (9/11). [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini