Timsel anggota KPU gandeng intelijen awasi calon terlibat parpol
Merdeka.com - Sekretaris tim seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) periode 2017-2022, Soedarmo akan menggandeng intelijen guna memantau para calon yang mendaftar menjadi anggota KPU dan Bawaslu. Hal ini bertujuan agar para pendaftar bisa dipastikan tidak terkait dengan partai politik.
"Kita juga akan bekerjasama dengan intelijen untuk melakukan pendalaman dan track record bagi para calon," ujar Soedarmo di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jumat (30/9).
Selain menggandeng intelijen, tim seleksi juga melakukan perjanjian tertulis pada formulir pendaftaran.
Nantinya, lanjut Soedarmo, apabila yang bersangkutan terbukti ada loyalitas terhadap partai politik, secara otomatis keikutsertaannya dalam pencalonan anggota KPU dan Bawaslu akan dipertimbangkan.
"Dalam formulir ada pernyataan dan nanti suatu saat misalnya ketahuan (terlibat kegiatan partai politik) dia akan dapat sanksi," pungkasnya.
Hari ini, tim seleksi juga melakukan sosialisasi terhadap pendaftaran calon anggota KPU- Bawaslu. Sosialisasi ini sudah dimulai sejak 20 September sampai 21 Oktober. Sedangkan pendaftaran sudah dibuka 25 September sampai 3 November. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya