Tim Jokowi: Prabowo harus punya rujukan negara yang tak impor

Rabu, 7 November 2018 21:43 Reporter : Sania Mashabi
Tim Jokowi: Prabowo harus punya rujukan negara yang tak impor Prabowo Subianto. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji tak akan impor jika terpilih mempimpin Indonesia periode 2019-2024. Menanggapi statement Prabowo, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani menilai tidak ada negara yang tidak melakukan impor.

"Tidak ada negara di dunia ini yang tidak impor. Bahkan negara yang surplus swasembada pangan saja katakanlah Thailand sama Vietnam yang surplus berasnya kan dia impor pangan yang lain apakah terigu misalnya kan impor karenakan ada yang dia enggak punya apalagi yang masih kekurangan gitu loh," kata Arsul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/11).

"Amerika kan dengan produksi di gandumnya itu tapi kan dia tetep impor beras karena kan ada juga orang Amerika yang makan beras kan engga semuanya bisa makan itu gimana coba," sambungnya.

Menurutnya, Prabowo harus memiliki negara rujukan jika ingin menghentikan impor. Kata Arsul itu penting dilakukan untuk dijadikan bahan pembelajaran.

"Jepang nasinya mungkin udah cukup tapi kan dia impor yang lain juga. Gimana mau mengatakan saya akan berhenti impor itu ada enggak negara lain yang kan best practicenya itu kan harus dirujuk," ungkapnya.

Arsul kemudian mencontohkan negara Jepang yang kata dia memiliki harga beras lebih mahal dari beras impor. Jepang mengatasi harga beras dengan memberi subsidi.

"Jepang misalnya dia kan produksi dalam negerinya itukan beras itu kan lebih mahal. maka pilihannya dia untuk mengurangi impor beras dari luar kan dengan cara apa? ya dengan kasih subsidi itu kan namanya program aksinya ya mana?," ucapnya.

"Sehingga harga beras di Jepang kalau pun lebih mahal enggak terlalu lebih mahal dengan misalnya ketika yang beras diimpor dari negara lainlah," tandasnya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini