Tepatkah Jokowi Tunjuk Nadiem Jadi Menteri Pendidikan?

Kamis, 24 Oktober 2019 18:38 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
Tepatkah Jokowi Tunjuk Nadiem Jadi Menteri Pendidikan? Nadiem Makarim jadi menteri termuda. ©2019Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Nadiem Makarim ditunjuk menjadi Mendikbud Dikti menggantikan Muhadjir Effendy sebagai Menteri Pendidikan. Sebagian kalangan menilai posisi itu tak akan lama dijabat Nadiem.

"Menurut saya pada tahun pertama akan terjadi reshuffle dan juga reposisi. Melihat Nadiem tidak tersedia tempat layak di jajaran kabinet ekonomi strategis, tapi bagi Pak Jokowi, Nadiem harus tetap dapat kursi, maka dilemparlah ke menteri pendidikan. Mungkin tahun berikutnya akan reposisi ulang," ujar Pengamat Politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (24/10).

Ray menilai akan ada banyak menteri yang kena reshuffle karena terlalu banyak didominasi partai politik.

"Saya tidak terlalu yakin Pak Jokowi dapat mengontrol dengan baik dan secara tepat, di mana saat partai politik punya hajat yang sangat besar untuk pemilu 2024 akan datang, semua partai berlomba-lomba menekan popularitas mereka masing-masing melalui institusi kementerian," jelasnya.

Ray melihat Jokowi memberi kesempatan pada Nadiem karena memiliki prestasi sehingga sayang apabila tidak diberdayakan menjadi anggota kabinet. Namun, lanjutnya, Nadiem ditempatkan di posisi kurang tepat.

"Ini karena adanya negosiasi partai politik yang kuat di posisi strategis, baik itu strategis dalam ekonomi maupun dalam elektoral," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi menyoroti pos Kemendikbud yang diisi oleh mantan Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim yang latar belakangnya adalah pebisnis. Menurutnya, penunjukan Nadiem oleh Jokowi ibarat berjudi.

"Ada juga nama yang mungkin juga terlihat asing pada pos kementerian yang ditugaskan. Misal saja, Nadiem Makarim dari CeO Gojek diberikan tugas sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ini tentunya publik bertanya latar belakang penunjukan pebisnis sebagai menteri pendidikan," katanya di Jakarta, Rabu (23/10).

Aboe Bakar khawatir dengan nasib dunia pendidikan Indonesia apabila dipimpin pebisnis. "Tentu saya tidak meragukan kemampuan Mas Nadiem Makarim dalam mengelola bisnis, namun tak salah juga jika saya mengkhawatirkan nasib dunia pendidikan kita ke depan. Ini akan dilihat seperti ada gambling (perjudian) pada dunia pendidikan kita," ucapnya.

Nadiem sendiri mengaku optimis dengan jabatan yang barunya. "Saya bukan dari sektor pendidikan, tetapi satu, saya lebih mengerti, belum tentu mengerti, tapi lebih mengerti apa yang akan ada di masa depan kita," kata Nadiem di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/10).

"Itu yang pertama, karena saya di bidangnya, bisnis saya di bidang masa depan, untuk mengantisipasi masa depan. Dan kebutuhan lingkungan pekerjaan di masa depan itu sangat berbeda dan akan selalu berubah," sambungnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini