Tahukah Anda? **Penambahan Kodam** Baru di Bengkulu Tingkatkan Pertahanan Wilayah, Ini Penjelasan Pangdam XXI/RI

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan rencana **penambahan Kodam** di Bengkulu pada 2027, bertujuan memperkuat pertahanan wilayah dan pengawasan prajurit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? **Penambahan Kodam** Baru di Bengkulu Tingkatkan Pertahanan Wilayah, Ini Penjelasan Pangdam XXI/RI
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan rencana **penambahan Kodam** di Bengkulu pada 2027, bertujuan memperkuat pertahanan wilayah dan pengawasan prajurit. (Merdeka.com)

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten (RI), Mayjen TNI Kristomei Sianturi, baru-baru ini menyampaikan informasi penting mengenai strategi pertahanan nasional. Beliau menyatakan adanya rencana penambahan Komando Daerah Militer atau Kodam guna meningkatkan kapabilitas pertahanan wilayah. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada Jumat sore.

Rencana strategis TNI tersebut, yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) TNI tahun 2027, mencakup pengembangan Kodam baru, termasuk di Provinsi Bengkulu. Langkah ini diambil untuk memastikan pengawasan dan pengendalian prajurit dapat berjalan lebih efektif. Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan bahwa penambahan ini vital untuk menjaga kedaulatan dan keamanan di wilayah yang semakin luas.

Meskipun rencana ini sudah masuk dalam Renstra TNI, Pangdam Kristomei Sianturi juga menjelaskan bahwa implementasinya masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Beliau menambahkan bahwa perubahan bisa saja terjadi, namun kebutuhan akan penambahan Kodam-kodam baru memang mendesak mengingat luasnya cakupan wilayah yang harus diamankan. Ini menunjukkan komitmen TNI dalam adaptasi terhadap dinamika geografis dan keamanan.

Strategi Peningkatan Pertahanan Wilayah dengan Penambahan Kodam

Mayjen TNI Kristomei Sianturi secara spesifik menyoroti pentingnya **penambahan Kodam** sebagai bagian integral dari strategi pertahanan nasional. Menurutnya, pengembangan Kodam baru di Bengkulu pada tahun 2027 adalah langkah proaktif untuk memperkuat struktur pertahanan. Hal ini mencakup peningkatan kemampuan pengawasan dan pengendalian terhadap prajurit yang tersebar di berbagai daerah.

Kodam XXI/Radin Inten sendiri merupakan entitas yang relatif baru, hasil pemecahan dari Kodam II/Sriwijaya, yang kini membawahi Provinsi Lampung dan Provinsi Bengkulu. Struktur ini dirancang untuk lebih fokus dalam mengelola keamanan di wilayahnya. Dengan adanya potensi **penambahan Kodam** di Bengkulu, diharapkan efisiensi dan efektivitas operasional TNI di wilayah tersebut akan semakin meningkat.

Pangdam menekankan bahwa meskipun rencana ini sudah matang dalam Renstra TNI, realisasinya tetap menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat. "Memang ada renstra TNI pada 2027, akan ada pengembangan Kodam lagi termasuk di Bengkulu. Penambahan ini untuk meningkatkan pertahanan wilayah, selain untuk pengawasan dan pengendalian prajurit," kata Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Beliau menambahkan, "Bisa saja terjadi perubahan dan sebagainya, kita tunggu saja. Cepat atau lambat memang perlu adanya penambahan kodam-kodam tadi karena wilayahnya sudah cukup luas." Pernyataan ini menggarisbawahi fleksibilitas namun juga urgensi dari rencana tersebut.

Kunjungan Kerja dan Koordinasi Pangdam di Bengkulu

Kunjungan kerja Pangdam XXI/Radin Inten ke Provinsi Bengkulu tidak hanya berfokus pada pembahasan strategis mengenai **penambahan Kodam**, tetapi juga mencakup serangkaian agenda penting lainnya. Salah satu agenda utama adalah menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Danrem 041/Garuda Emas Bengkulu. Jabatan tersebut diserahkan dari Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen kepada Kolonel Inf Jatmiko Aryanto pada Rabu (10/9).

Sebagai Pangdam yang baru menjabat, Mayjen Kristomei Sianturi memanfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi dan memahami lebih dalam kondisi prajurit TNI di Bengkulu. Beliau juga melakukan kunjungan ke markas Brigif Teritorial Pembangunan (TP) 88 Kesatria Bukit Kaba, yang terletak di Kecamatan Padang Ulak Tanding. Kunjungan ini penting untuk melihat langsung kesiapan dan fasilitas yang ada.

Selain itu, Pangdam juga mengadakan pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Provinsi Bengkulu, serta di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Rejang Lebong. Pertemuan ini bertujuan untuk berkoordinasi mengenai peran serta TNI dalam mendukung program-program pembangunan daerah. Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan dukungan terkait program pembangunan di sektor pariwisata dan pertanian, yang merupakan bagian dari visi-misi kepala daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi