Sumpah DPD Jabar di Bawah Alquran Dukung Airlangga Dianggap Tidak Lazim

Minggu, 1 September 2019 21:24 Reporter : Didi Syafirdi
Sumpah DPD Jabar di Bawah Alquran Dukung Airlangga Dianggap Tidak Lazim DPD Golkar Jabar disumpah dukung Airlangga. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Video sumpah setia DPD I dan II Golkar Jawa Barat terhadap Airlangga Hartarto menuai kritik. Para kader disumpah di bawah Alquran untuk kembali mendukung Airlangga menjadi ketua umum partai.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lalu Mara Satriawangsa sudah melihat video berdurasi 1 menit 25 detik tersebut. Baginya, cara seperti itu tidak elok dilakukan.

"Berlebihan menurut saya. Cara-cara seperti ini memang tidak lazim," katanya kepada merdeka.com, Minggu (1/9).

Saat ini di internal partai, persaingan antara dua kubu calon Ketum, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo kian meruncing. Pemicunya, sang petahana dan pengurus DPP belum juga menggelar rapat pleno menentukan jadwal Munas.

"Apalagi sampai saat ini belum ada keputusan pembentukan komite pemilihan sehingga belum ketahuan siapa yang jadi calon. Kalau sampai saat ini kan semuanya termasuk Airlangga bakal calon. Belum bisa disebut calon," katanya.

Menurut Lalu, setelah komite pemilihan terbentuk, para bakal calon mendaftar dengan membawa dukungan minimal 30 persen. Selanjutnya diverifikasi. Setelah itu, lanjutnya, baru diumumkan balon yang lolos jadi calon.

"Kesan saya ini sama dengan menutup peluang bakal calon lain," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto kembali menanggapi dengan santai desakan pleno DPP Golkar dari kubu Bambang Soesatyo. Dia menekankan lagi, pleno sedang dipersiapkan oleh timnya.

"Rapat-rapat ini kita sedang berproses. Kita ada rapat-rapat Korbid, ada laporan Bappilu yang sedang masuk. Ada penghargaan bagi yang tanding di Pileg," jelas Airlangga di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (28/8).

Dia menegaskan, tak ada kebutuhan yang mendesak untuk mempercepat Munas. Sejak dulu, Munas Golkar digelar Desember.

"Kan kita punya mekanisme. Munas-munas, dulu Pak JK bulan Desember, Pak Aburizal Bakrie bulan Desember, Pak Setya Novanto bulan Desember, kemudian saya waktu terpilih aklamasi juga di bulan Desember. Jadi itu sudah berjalan tahunan," tambah Menteri Perindustrian tersebut. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini