Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soeharto Dihina, Berkarya Masukkan Nama Sekjen PSI Dalam Daftar yang Akan Dipolisikan

Soeharto Dihina, Berkarya Masukkan Nama Sekjen PSI Dalam Daftar yang Akan Dipolisikan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni. ©2017 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Partai Berkarya kembali terusik setelah nama Presiden kedua RI Soeharto disangkutpautkan dengan korupsi. Penguasa Orde Baru itu disebut sebagai simbol korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) oleh Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni.

Ketua DPP Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan Raja Juli bakal masuk daftar yang akan dipolisikan, bersama Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Wakil Ketua MPR itu lebih dulu menyebut Soeharto sebagai guru korupsi.

"Biar bertambah daftar yang akan dilaporkan. Mereka tidak takut dosa. Agamanya apa ya? Jangan-jangan ideologinya sama dengan PKI. Kok mantan presiden kita dihina begitu," kata Andi ketika dikonfirmasi, Jumat (30/11).

Partai Berkarya punya hubungan kuat dengan Keluarga Cendana. Partai itu dipimpin oleh Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Putri Soeharto, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan. Soeharto dan Orde Baru kerap menjadi jualan kampanye Pemilu 2019 ini.

Andi mengklaim masih banyak yang mengidolakan Soeharto. Dia tidak menampik bahwa KKN menjadi alasan Soeharto diturunkan. Namun bukan jadi alasan untuk menyudutkan Soeharto.

"Pak Harto memang diturunkan salah satunya karena KKN mau dikurangi, tapi sami mawon (sama saja) juga sampai kini. Toh KKN merajalela di mana-mana. Jangan terlalu suka menyudutkan dan mencap Pak Harto dengan berbagai istilah yang tidak senonoh," ujarnya.

Dia membantah ucapan Raja Juli bahwa Soeharto adalah simbol KKN. Andi menuding orang yang antitesis dengan Soeharto adalah PKI.

"Bisa jadi yang antitesis dari itu yang menyatakannya yang suka korup dan pemuja ideologi PKI," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni tidak yakin dengan komitmen pemberantasan korupsi Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Karena Prabowo tak bisa dipisahkan dari rezim Orde Baru. Mengingat Prabowo adalah mantan menantu Soeharto.

Antoni tak segan menyebut Presiden kedua RI itu sebagai simbol korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ini membuat aktivis melengserkan Soeharto dan kroninya pada zaman itu.

"98 kita turun ke jalan menurunkan rezim Soeharto dengan tiga alasan itu KKN, Korupsi Kolusi Nepotisme, dan ini secara politik terang benderang bahwa simbol KKN itu Pak Harto. Dan Pak Prabowo ada di sana mempertahankan Pak Harto," ujar Antoni di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Jumat (30/11).

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP