Soal Setan Gundul, Gerindra Undang Andi Arief ke 'War Room' BPN Lihat Real Count
Merdeka.com - Gerindra mengundang Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menyambangi war room Badan Pemenangan Nasional BPN Prabowo-Sandi untuk melihat proses real count suara yang didapatkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 tersebut.
Undangan ini untuk mematahkan anggapan Andi Arief bahwa ada 'setan gundul' yang membisiki Prabowo menang 62 persen suara, padahal berdasarkan hasil real count KPU sementara dan sejumlah quick count lembaga survei, Prabowo kalah dari pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Saya sudah mengundang Andi Arief dan juga teman-teman pimpinan Partai Demokrat untuk datang ke BPN. Silakan saksikan real count yang sedang dan terus dilakukan oleh BPN. Silakan cek war room BPN supaya teman-teman Demokrat tahu bahwa kita alhamdulillah dari data yang masuk dan terverifikasi sudah 70 persen lebih (TPS). Alhamdulillah Pak Prabowo masih unggul," kata politikus Gerindra, Andre Rosiade di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (7/5).
"Dan harapan kami tentu teman-teman Demokrat bisa melihat langsung, datang langsung menyaksikan sehingga tahu bahwa petanya Pak Prabowo masih unggul di real count C1 kita," lanjutnya.
Namun terkait lokasi war room ini, Andre enggan membeberkan. Dia berkilah lokasi war room adalah urusan internal mereka yang tak patut diketahui publik.
"Itu urusan internal kami (lokasi war room). Karena Demokrat teman koalisi kami, kami ajak ayo lihat keluar. Mohon maaf kami tidak bisa sampaikan di mana tempatnya karena memang sampai saat ini pimpinan tidak mengizinkan menginformasikan ke media di mana tempatnya," kilahnya.
Mengenai alasan pihaknya menyembunyikan lokasi real count tersebut, Andre mengatakan karena pihaknya khawatir akan diganggu Jokowi dan segala sumber daya yang dimiliki capres petahana tersebut.
Terkait pernyataan Andi Arief, Andre mengatakan telah menelepon yang bersangkutan, termasuk petinggi Demokrat. Dia minta jika ada saran dan kritik agar disampaikan secara langsung ke BPN, bukan melalui media.
"Kalau ada masukan, lalu ada saran maupun kritik kepada BPN harus disampaikan secara langsung di forum internal. Tidak bisa disampaikan melalui media mainstream maupun media sosial. Kita ada mekanisme di internal," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya