Soal Pemberian Bocoran Pertanyaan, KPU Sebut Debat Capres Tak Seperti Ulangan
Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyebut debat calon presiden dan wakil presiden bukan seperti ulangan. Hal ini sebagai jawaban atas kontroversi pengiriman materi pertanyaan debat kepada setiap paslon.
Ketua KPU RI Arief Budiman mengungkapkan, debat tersebut bertujuan memberikan kesempatan bagi para calon untuk meyakinkan pemilih dengan visi misi dan program. Hal inilah menjadi tolak ukur bagi masyarakat menentukan pilihannya.
"(Debat) ini bukan seperti ulangan. Ini yang diminta adalah bukan sekedar menjawab satu tambah satu sama dengan dua, bukan begitu. Tapi logika untuk merangkai, menjelaskan sebetulnya Indonesia ke depan bagaimana," ungkap Arief usai melantik Komisioner KPU kabupaten/kota se-Sumsel di Palembang, Senin (7/1).
Menurut dia, perdebatan soal bocoran pertanyaan kepada paslon mesti dihentikan. Baginya, memikirkan nasib negara ke depan lebih baik dilakukan melalui pemilu.
"Ini jadi referensi pemilih, visi misi dan program. Jadi nanti mereka menggunakan referensi itu makanya harus dijawab dengan baik," ujarnya.
Arief mengatakan, materi pertanyaan akan disampaikan kepada paslon pada 10 Januari 2019atau seminggu sebelum pelaksanaan. Pihaknya saat ini masih memformulasikan pertanyaan yang berkaitan dengan tema debat yakni masalah hukum, korupsi, terorisme dan HAM.
"Ada 20 pertanyaan yang diberikan kepada masing-masing pasangan calon yang harus dipahami dengan baik. Namun nanti saat debat, kita enggak tahu mana yang akan ditanyakan karena semuanya muncul dari masing-masing pasangan calon," pungkasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya