Senior Demokrat Dorong Kongres Luar Biasa, Minta SBY Tunjuk AHY jadi Ketum

Kamis, 13 Juni 2019 16:58 Reporter : Ahda Bayhaqi
Senior Demokrat Dorong Kongres Luar Biasa, Minta SBY Tunjuk AHY jadi Ketum Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat. ©2019 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) yang digagas Max Sopacua dan kawan-kawan, memiliki tujuan akhir untuk mendorong Kongres Luar Biasa. Gerakan tersebut dibentuk untuk menyelamatkan Partai Demokrat yang dianggap mengkhawatirkan karena menjadi partai papan tengah dengan perolehan suara 7,77 persen pada Pemilu 2019.

Gerakan itu dibentuk oleh Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua, bersama senior partai seperti pendiri Ahmad Mubarok, Sahat dan Dewan Pengawas Demokrat Isak. Para senior ingin memicu respons daripada Dewan Pimpinan Pusat Demokrat.

"Apakah ujungnya KLB (Kongres Luar Biasa), bisa saja terjadi," ujar Max Sopacua saat konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

KLB itu dimaksudkan untuk merombak kepengurusan Partai Demokrat saat ini. Max berharap dengan adanya perubahan tatanan kepengurusan bisa membawa Demokrat kembali ke khitahnya.

"Tatanan organisasi itu baik jika SDM-nya baik, kalau SDM baik ada perubahan-perubahan," imbuhnya.

Menurut Max, adanya perubahan kepengurusan dalam tubuh Demokrat pun tidak sulit. Dengan KLB, Susilo Bambang Yudhoyono yang tengah memimpin partai bisa secara resmi menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kalau KLB tidak susah-susah, pak SBY tinggal menyerahkan kepada Agus Harimurti untuk memimpin partai ini," ucapnya.

Berdasarkan pres rilis, GMPPD menetapkan momentum puncak untuk mendorong penyelenggaraan KLB paling lambat pada 9 September 2019. Tanggal itu diambil karena sesuai Pemilu 2019 dan sebelum Pilkada serentak 2020. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini