Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengakui Partai Demokrat sempat mengajak partainya masuk poros ketiga. Ajakan itu, kata Cak Imin, baru dilakukan secara informal.
"Demokrat secara informal mengajak tapi secara resmi belum," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/5).
Wakil Ketua MPR itu mengaku belum mengetahui pihak di bawahnya yang melakukan pembicaraan terkait poros ketiga selain dengan Demokrat. Dia mengaku hanya fokus pada usaha untuk menjadi Cawapres dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.
"Tapi saya belum pernah bicara (selain dengan Demokrat) karena saya konsentrasi ke Join (Jokowi-Muhaimin) sampai hari ini," ujarnya.
Menurutnya sampai saat ini keberadaan poros ketiga juga tidak jelas dan masih tidak berbentuk. Sebab, dalam membetuk poros ketiga diperlukan beberapa kesamaan.
"Soal poros ketiga sampai hari ini belum ada bentuknya, belum ada dan tanda-tandanya. Masih begini. Kalo Cak imin gak dipake kenapa enggak bikin poros? Ya porosnya siapa?," ungkapnya.
"Poros ketiga sangat bergantung pada dua event. Yaitu event pendaftaran nanti. Kalau semua cocok. Koalisi harus tumbuh pada dua hal konseptual dan sharing of power. Konseptual, perencanaan, masa depan pemerintahan kayak apa. Yang kedua, sharing of power-nya kayak apa," ucapnya.