Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekjen PKB sebut pembangunan Jateng di bawah Ganjar tak signifikan

Sekjen PKB sebut pembangunan Jateng di bawah Ganjar tak signifikan PKB buka Fit and Proper Test Calon Pimpinan DPRD. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan pasangan Ganjar-Taj Yasin mengungguli lawannya, Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam Pilkada Jawa Tengah. Ganjar mampu mendapatkan elektabilitas sebesar 72,4 persen, sedangkan Sudirman hanya 21 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding menyebut Ganjar menang karena pencitraan. Dia menyebut berbagai masalah tak luput menerpa kepemimpinan Ganjar, mulai dari masalah Pabrik Semen Kendeng, sampai Kartu Tani yang bermasalah.

"Saya kira masyarakat kita ini mengikuti tren opini memang, barangsiapa yang membangun popularitas dengan pencitraan yang bagus kemungkinan siapa terpilih itulah dia," ujarnya dalam rilis survei elektabilitas Pilgub Jawa Tengah di kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/5).

Karding mengaku mendapatkan keluhan dari anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, bahwa selama Ganjar memimpin tidak begitu ada pembangunan berarti. Dia menyebut infrastruktur yang telah dibangun tidak sesignifikan dengan citra Ganjar.

"Coba disurvei apa hasil Infrastuktur yang signifikan di Jateng, enggak ada, bukan tidak ada, tidak signifikan dengan nama besar Ganjar Pranowo," ucapnya.

Lebih lagi dia heran kalau warga NU memberikan dukungan terhadap Ganjar. Sebab, menurut Karding, Ganjar yang mendukung full day school itu membuat warga NU kecewa.

"Pak Ganjar tidak memberikan perhatian yang baik terhadap sekolah NU dan mendukung full day school itu menjadi catatan kekecewaan warga NU," kata dia.

Diketahui, dalam survei Indikator tersebut responden menyatakan puas terhadap kinerja Ganjar mencapai 81 persen, dan 14 persen menyatakan tidak puas. Sementara, responden yang menyatakan ingin Ganjar terpilih kembali mencapai 71 persen, dibanding 16 persen yang menolak.

Survei dilaksanakan pada 12-21 Maret 2018 di Provinsi Jawa Tengah. Survei mengambil sampel 820 orang penduduk Jawa Tengah yang memiliki hak pilih. Survei menggunakan metode multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) kurang lebih 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP