Sekjen PDIP Tak Merasa Disindir Surya Paloh Soal Partai Pancasilais

Minggu, 10 November 2019 10:40 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Sekjen PDIP Tak Merasa Disindir Surya Paloh Soal Partai Pancasilais Hasto Kristiyanto di rumah Megawati. ©Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meyakini sindiran Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam pidatonya di Kongres II Partai NasDem soal Partai Pancasilais, bukan untuk partainya. Sebab menurut Hasto, sindiran tersebut hanya sebagai bentuk otokritik dalam kehidupan berpolitik secara keseluruhan.

"Otokritik sering dilakukan dalam peristiwa politik penting seperti kongres Partai. Jadi kami tidak merasa tersindir," kata Hasto lewat siaran pers diterima, Minggu (10/11)

Hasto menyebut PDIP sebagai partai wong cilik telah mengenal nasionalisme dan jalan Pancasila ditempuhnya berasal dari pengakuan rakyat secara luas, bukan hasil penilaian orang per orang.

Dengan demikian, dia berpandangan, Pancasilais suatu partai diukur dari konsistensi sikap, satunya kata dan perbuatan dan dari keputusan politiknya.

"Pancasilais itu buah sikap politik dan bukan hasil retorika atau pencitraan," tegas Hasto.

Hasto meyakini, Pancasilais sebuah partai adalah bagaimana mendapatkan kepercayaan politik dengan menangis dan tertawa bersama rakyat dan bukan melalui jalan elite. Sebagai partai besar, PDIP memiliki tanggung jawab bahwa watak dan karakter partai itu diuji justru ketika berada di dalam kekuasaan itu sendiri.

"Apakah partai akan menggunakan kekuasaannya untuk kemajuan rakyat dan bangsa? Atau bagi kepentingan jangka pendek elektoral partainya? Di sinilah moral kekuasaan dan dedikasi politik itu diukur," Hasto menandasi.

1 dari 1 halaman

Surya Paloh Sindir Partai Pancasilais

Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyindir partai yang merasa paling pancasilais, namun partai itu enggan merangkul dan tak mau bersalaman dengan teman sendiri.

Paloh awalnya mengungkit rasa sinis yang menyerang Nasdem lantaran melakukan pertemuan dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Paloh mengatakan, rasa sinis dan penuh curiga tersebut jauh dari nilai Pancasila.

Tanpa menyebutkan nama partai yang dia sindir, Paloh bilang ada partai yang penuh kecurigaan tetapi mengaku-ngaku sebagai partai paling nasionalis dan pancasilais. Dia menantang partai tersebut bahwa rakyat membutuhkan pembuktian mana partai yang menjalankan nilai Pancasila.

"Semua penuh dengan kecurigaan maka kita makin jauh dari nilai Pancasila. Pancasila sebagai pegangan, way of life tapi ngakunya partai nasionalis pancasilais buktikan saja," ujar Surya Paloh saat memberikan pengarahan Kongres II Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat 8 November 2019.

"Rakyat membutuhkan pembuktian partai mana yang menjalankan nilai-nilai pancasilais. Kalau partai melakukan sinis, propaganda kosong pasti bukan partai Pancasila itu," tegasnya.

Paloh menilai, bentuk kecurigaan itu merupakan diskursus paling picik. Sebab, rangkulan dan silaturahmi dengan kawan sebangsa dimaknai dengan tafsir dan kecurigaan.

"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain hingga kita berkunjung ke kawan, ini bangsa model apa seperti ini. Tingkat diskursus politik yang paling picik di negeri ini," imbuh Paloh. [ray]

Baca juga:
DPW NasDem Dorong Surya Paloh Jadi Capres di Pemilu 2024
Surya Paloh: Pikiran Besar Harus Ditawarkan, Bukan yang Introvert
Istana Tanggapi Jokowi-Paloh Saling Sindir: Itu Humor Persahabatan
Alasan Surya Paloh Keliling Rangkul Partai Oposisi
Sebut Tak Niat Sindir PDIP, Surya Paloh Bilang 'Salah Lagi Kita'

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini