Sekjen Gerindra: Perjanjian Batu Tulis Tinggal Sejarah, Kita Tak Mau Ungkit Lagi

Kamis, 27 Mei 2021 11:46 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Sekjen Gerindra: Perjanjian Batu Tulis Tinggal Sejarah, Kita Tak Mau Ungkit Lagi Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menanggapi terkait isu perjanjian batu tulis jilid II antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. Muzani hanya bilang, bahwa perjanjian tersebut hanyalah bagian dari sejarah politik masa lalu saja.

Perjanjian batu tulis merupakan perjanjian antara Megawati dan Prabowo saat berpasangan di Pilpres 2009. Salah satu isinya adalah Megawati mendukung Prabowo sebagai Capres pada 2014. Tapi, hal tersebut tidak terlaksana.

"Perjanjian batu tulis yang ditandatangani itu adalah perjanjian yang ditandatangani tahun 2009. Dan itu berlaku untuk agenda politik tahun 2014. Jadi perjanjian batu tulis adalah sejarah yang kalau kita anggap tahun 2024 ini saya kira ya kita mengingat mengingat saja," katanya di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (27/5).

"Jadi itu sebuah kesepakatan ditandatangani tahun 2009 untuk agenda politik tahun 2014," sambungnya.

Muzani menyebut, bahwa Gerindra tak ingin mengungkit masa lalu. Dia bilang, perjanjian batu tulis adalah momen yang sudah lewat.

"Momentumnya sudah lewat, waktunya sudah lewat, jadi kita tidak ingin mengungkit, mengungkap atau mempermasalahkan masalah itu. Karena sebagai sebuah momentum, itu sudah lewat," ucapnya.

Menurutnya, Gerindra saat ini lebih memandang persoalan bangsa yang ada. Pihaknya ingin maju bersama tanpa sering melihat masa lalu.

"Kita sekarang memandang bangsa lebih kedepan, memandang masalah negara dalam pandangan pandangan kita yang lebih maju tanpa perlu sering melihat kebelakang," pungkasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini