Sandiaga Ogah Tanggapi Serangan Jokowi: Kita Fokus Isu Lebih Strategis

Kamis, 7 Februari 2019 22:22 Reporter : Moch. Andriansyah
Sandiaga Ogah Tanggapi Serangan Jokowi: Kita Fokus Isu Lebih Strategis sandiaga bersama petani di nganjuk. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Cawapres urut 02, Sandiaga S Uno menyebut istilah Propaganda Rusia yang digunakan Capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) untuk menyerang kubunya tak strategis dan tak perlu diperpanjang lagi.

Sindiran Sandi ini disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan di Surabaya usai menghadiri diskusi panel tentang ekonomi di Aula Lt 2 Homestay, Kompleks Kampus B Unair Surabaya, Jalan Karang Menur Timur, Kamis (7/2).

"Ya, saya rasa tak perlu diperpanjang. Kita tidak menggunakan konsultan asing, dan jangan saling menuduh. Menurut saya, kita fokus di isu-isu yang lebih strategis, yaitu isu-isu ekonomi," tegas Sandi.

Menurut mantan Wagub DKI Jakarta ini, saat bertemu dengan masyarakat, itu yang ditanyakan adalah soal lapangan pekerjaan, bagaimana harga-harga barang bisa stabil. Kemudian, sambungnya, para petani tidak mengeluh harga hasil pertaniannya yang anjlok.

"Serta bagaimana juga, kita pastikan bahwa ke depan, pengelolaan utang negara itu, eh, ya bisa dikelola," katanya.

Jadi, Sandi kembali melanjutkan, melontarkan isu-isu di luar masalah ekonomi sudah tidak relevan untuk bahan kampanye.

"Menurut kami tidak strategis. Seperti (tuduhan menggunakan) konsultan (asing) atau menyerang negara lain, seperti Propaganda Rusia. Kita fokusnya di ekonomi," sindirnya lagi.

Untuk itu, Sandi kembali menegaskan, dirinya dan Capres Prabowo Subianto akan terus mengkampanyekan masalah ekonomi. "Begitu juga ke depan, kami akan fokus menata masyarakat, bertemu, menangkap aspirasi UMKM," ucapnya.

"Kita ingin bangkitkan, bahwa Indonesia punya potensi, kalau kita punya pemerintah yang kuat, Prabowo-Sandi bisa hadirkan solusi untuk Indonesia yang lebih baik," tandasnya yakin.

Sejak seminggu terakhir, isu Propaganda Rusia menjadi topik politik yang tengah ramai dibicarakan publik pasca-deklarasi Forum Alumni Jatim (FAJ) #01 di Tugu Pahlawan Surabaya pada 2 Febuari lalu.

Istilah ini muncul saat Cawapres patahana, Jokowi melakukan orasi politiknya di tengah-tengah pendukungnya: massa FAJ #01. “Problemnya adalah ada tim sukses, yang menyiapkan sebuah propaganda, yang namanya Propaganda Rusia,” kata Jokowi tanpa menyebut tim siapa yang dimaksud.

Propaganda Rusia itu, lanjutnya, "Yang setiap saat selalu mengeluarkan semburan-semburan fitnah, yang setiap saat selalu mengeluarkan semburan-semburan dusta, yang setiap saat selalu mengeluarkan semburan-semburan hoaks," ungkap Jokowi kala itu. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini