Saling Kritik PDIP dan PSI, Ada Apa?

Kamis, 14 Maret 2019 06:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Saling Kritik PDIP dan PSI, Ada Apa? Ketum PSI Grace Natalie. ©2018 Merdeka.com/Liputan6.com

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melontarkan kritik tajam kepada partai-partai politik berlabel nasionalis namun mendukung Perda Syariah yang diskriminatif. PSI menyebut salah satu partai tersebut adalah PDIP.

Hal itu merujuk pada hasil penelitian Guru Besar Ilmu Politik Nothern Illinois University, Michael Buehler. Dalam penelitiannya salah satu partai berlabel nasionalis PDIP. Kritikan PSI itu membuat kuping beberapa politikus PDIP panas.
Berikut saling balas kritik PSI dan PDIP:

1 dari 4 halaman

PSI Dinilai Kurang Informasi

PSI. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

PDIP menjawab Kritikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) soal tudingan mendukung perda syariah diskriminatif. PDIP menilai PSI kurang informasi mengenai kinerja partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. Padahal PDIP telah mampu menyelesaikan beberapa masalah di masyarakat.

"Dalam kasus teror sedekah bumi, tim kami di Yogya, dikoordinir anggota DPR Myesti Wijayati, bekerja dengan komponen kebangsaan lain, melakukan penguatan keberanian perlawanan masyarakat. Terhadap rekomendasi NU terhadap berbagai persoalan kebangsaan, kami tidak hanya memberi apresiasi, tetapi melakukan implementasi sampai akar rumput," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno.

2 dari 4 halaman

PSI Dianggap Ingin Tarik Pemilih PDIP

PSI. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

PSI menyerang PDIP sebagai partai nasionalis namun mendukung Perda Syariah Diskriminatif. Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan PSI sengaja melontarkan serangan lantaran mempunyai ambisi ingin lolos ke DPR RI di Pemilu 2019. Sehingga berupaya menarik simpati pemilih PDIP.

"Segmen PDIP yang gemuk berusaha ditangguk. Namun, mereka masih dipersepsi sebagai partai elitis, nasionalis gedongan dan anak-anak muda dengan urban life-style dan segala atributnya," katanya.

3 dari 4 halaman

PSI Bantah Berupaya Ambil Pemilih PDIP

PSI. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

PSI membantah tengah berupaya mengambil pemilih PDIP dengan melontarkan kritik tajam terhadap partai berlambang banteng moncong itu. Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan sindiran yang diucapkan oleh ketua umum PSI Grace Natalie merupakan bentuk ekspresi politik.

"Silakan saja rakyat memilih partai yang mereka suka. Asal mereka tahu ideologi partai tersebut dan apa yang mereka perjuangkan," ujar Raja Juli.

4 dari 4 halaman

PSI Pertanyakan Implementasi Tindakan PDIP

PSI. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Juru bicara Bidang Hukum PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Rian Ernest mempertanyakan mengenai berbagai ketimpangan kontras selama ini di dalam internal PDIP. Terkait implementasi tindakan persekusi hingga simpang siurnya ex Caleg koruptor yang masih bisa aktif di panggung politik.

"Justru kami tanya balik, apa konkretnya untuk berbagai tindakan persekusi? Apa konkretnya untuk melawan korupsi, kalau masih ada caleg eks koruptor diajukan lagi di April nanti," kata Rian.

[has]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini