Saking geramnya, politikus PDIP ini minta Jokowi mundur

"Lebih baik Jokowi turun takhta karena tidak bisa menyelesaikan masalah ekonomi," kata Effendi Simbolon.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Saking geramnya, politikus PDIP ini minta Jokowi mundur
Effendi Simbolon jenguk Emir Moeis. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tengah diuji. Pasalnya, kondisi ekonomi saat ini mengalami perlambatan dan nilai tukar rupiah anjlok terhadap dolar (USD).Di tengah persoalan itu, Presiden Jokowi juga menghapus syarat tenaga kerja asing bisa berbahasa Indonesia. Hal ini sontak menuai reaksi dari berbagai kalangan.Menariknya, Effendi Simbolon yang notabene kader PDIP, partai pengusung dan pendukung Jokowi-JK, justru melancarkan kritik keras kepada Jokowi. Tak tanggung-tanggung, anggota Komisi I DPR itu bahkan meminta Jokowi mundur dari jabatan Presiden karena tak bisa mengatasi masalah ekonomi dan menghapuskan syarat bisa bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing."Lebih baik Jokowi turun takhta karena tidak bisa menyelesaikan masalah ekonomi. Presiden seharusnya mampu menyelesaikannya bukan menterinya," kata Effendi di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (1/8) kemarin.Dia menegaskan, penghapusan syarat bisa bahasa Indonesia itu akan membuat tenaga kerja asing, salah satunya dari China, akan membanjiri tanah air. Hal itu justru akan merugikan warga Indonesia."Adanya pekerja China di Indonesia justru menghina para pekerja tanah air. Apa yang mau diselesaikan yang ada hanya bikin amburadul," katanya.

Effendi juga menilai berbagai upaya pemerintahan Jokowi dalam menuntaskan problem ekonomi belum berdampak langsung secara nyata. Dia bahkan menilai langkah Jokowi blusukan dengan membagi-bagikan sembako kepada rakyat justru membuat malu karena memiliki kesan Presiden kurang kerjaan."Kita langsung saja, kalau presiden mampu, ayo. Dia harusnya turun takhta dengan kesatria,"katanya.Tak cuma itu, Effendi juga mengkritik reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi beberapa waktu lalu. Menurutnya, reshuffle belum menyelesaikan persoalan bangsa secara keseluruhan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Keberadaan tokoh pemerintah yang kini menjadi sorotan publik juga dianggap percuma. Sebab, hingga kini, dinilainya, belum terlihat hasilnya."Mau muncul tokoh Rizal Ramli Darmin Nasution, Menko yang lain. Bahkan tokoh yang dikenal di kalangan publik seperti Jokowi dan Ahok sekalipun tak akan menyelesaikan persoalan. Sekarang saja belum kelihatan output-nya," katanya.

Karenanya, Effendi kembali berharap Jokowi turun takhta sebagai pimpinan negara. Kemudian mengadakan pemilu untuk mencari pemimpin negara yang mampu menyelesaikan problem bangsa."Lebih baik persiapkan pemilu lagi nanti 6 bulan ke depan memilih pemimpin yang baru dan mampu mengatasi persoalan," pungkasnya.

Rekomendasi