Rekapitulasi Pilpres di Maluku Utara: Prabowo 51,6 Persen dan Jokowi 48,4 Persen

Sabtu, 11 Mei 2019 19:32 Reporter : Wisnoe Moerti
Rekapitulasi Pilpres di Maluku Utara: Prabowo 51,6 Persen dan Jokowi 48,4 Persen Debat Keempat Pilpres 2019. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara akhirnya menuntaskan pleno rekapitulasi penghitungan suara untuk 10 kabupaten/kota. KPU Kabupaten Halmahera Timur menjadi yang terakhir menyelesaikan pleno rekapitulasi penghitungan suara.

Sesuai hasil pleno penghitungan suara di 10 kabupaten yang ada di Provinsi Maluku Utara, pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin meraih 305.389 suara atau 48,40 persen. Pasangan petahana kalah dari rivalnya yakni Prabowo Subianto- Sandiaga Uno yang mampu meraih 343.016 suara atau 51,60 persen.

Untuk DPR RI, caleg PDIP Irine Yusiana Roba Putri meraih 65.199 suara. Disusul caleg Partai Golkar Alien Mus 45.036 suara dan caleg Partai Nasdem Achmad Hattari meraih 40.680 suara. Untuk kursi DPD RI, Sultan Tidore Husain Alting Sjah meraih suara terbanyak yakni 140.007 suara, disusul Chaidir Djafar 45.195 suara, Namto Roba 44.463 suara, dan Hj Suriati Armaiyn meraih 41.120 suara.

Sedangkan untuk DPRD Provinsi Malut, PDIP meraih suara terbanyak dengan 103.472 suara dan berhak mendapat 8 kursi. Disusul Partai Golkar 94.145 suara atau 8 kursi, Gerindra 54.858 suara dengan 5 kursi, Demokrat 53.096 suara atau 4 kursi, Nasdem 48.239 suara mendapat 4 kursi, PAN 40.779 suara mendapat 4 kursi, PKS 41.700 suara mendapat 2 kursi, Hanura 33.091 suara mendapat 2 kursi, Perindo 30.867 suara mendapat 2 kursi, PBB 23 267 suara mendapat 2 kursi, Berkarya 23.077 suara mendapat 2 kursi. Sedangkan PKB dengan 30.360 suara hanya mendapat jatah 1 kursi. Ditemani Partai Garuda 27.387 suara yang juga 1 kursi.

Hasil penghitungan suara Pemilu 2019 di maluku Utara lebih cepat dari target. Sebab seluruh kabupaten/kota menyelesaikan proses rekapitulasi secara terencana.

"Sedangkan, peraih suara terbanyak akan ditetapkan seusai pleno penetapan tanggal 22 Mei oleh KPU Pusat dan kalau ada gugatan dari partai politik atas hasil di KPU ke Mahkamah Konstitusi (MK), maka KPU akan menunggu hingga adanya putusan dari MK tersebut," kata Ketua KPU Maluku Utara (Malut) Pudja Sutamat di Ternate. Seperti dilansir Antara, Sabtu (11/5).

Dia mengakui, selama pelaksanaan pleno rekapitulasi, muncul dinamika terutama pleno untuk KPU Halmahera Barat, Pulau Morotai, Kepulauan Sula, Halmahera Utara, dan Kota Ternate yang lebih dominan masalah di internal partai politik, tetapi bisa terselesaikan.

Dia juga mengapresiasi seluruh penyelenggara pemilu mulai dari tingkat bawah yang dapat menyelesaikan pleno penghitungan hingga tuntas. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini