Presiden Prabowo Subianto menyambut positif inisiatif pembentukan France-Indonesia High Level Business Council. Langkah ini diharapkan menjadi pendorong utama penguatan hubungan ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Prancis. Pertemuan strategis ini berlangsung di Istana Elysee, Paris, pada Kamis (28/5/2026).
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo mengapresiasi dukungan penuh dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dukungan tersebut bertujuan mempercepat penguatan kemitraan bilateral kedua negara, khususnya di sektor ekonomi dan investasi yang saling menguntungkan. Ini menandai babak baru dalam kerja sama strategis komprehensif yang telah terjalin.
Forum bisnis tingkat tinggi ini dinilai sangat penting untuk mendorong kolaborasi erat antara pelaku usaha dari kedua negara. Prabowo berharap forum ini mampu membuka banyak peluang Investasi Indonesia Prancis baru yang menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran perusahaan Prancis di Indonesia akan memberikan dorongan signifikan.
Advertisement
Advertisement
Penguatan Kemitraan Ekonomi Strategis
Presiden Prabowo secara tegas menyatakan kegembiraannya atas pembentukan France-Indonesia High Level Business Council. Beliau melihat ini sebagai wadah krusial untuk meningkatkan kerja sama dan investasi di kedua negara. Partisipasi perusahaan-perusahaan Prancis di ekonomi Indonesia sangat diharapkan untuk mempercepat pembangunan dan menciptakan lapangan kerja. France-Indonesia Business Council (FIBC) sendiri telah aktif sejak tahun 1991 di bawah MEDEF International, berperan menjembatani dialog strategis dunia usaha.
Prancis diakui sebagai salah satu pemimpin utama di Eropa yang memiliki peran strategis. Peran ini sangat penting dalam konteks hubungan dengan kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, penguatan kemitraan ekonomi kedua negara akan memberikan manfaat besar bagi stabilitas regional serta pertumbuhan ekonomi global. Kemitraan ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk kerja sama jangka panjang.
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis kini telah memasuki babak baru melalui kemitraan strategis komprehensif. Ini bukan hanya tentang perdagangan, tetapi juga tentang pertukaran pengetahuan dan teknologi. Kemitraan ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan di berbagai sektor penting yang menjadi prioritas bersama.
Advertisement
Advertisement
Agenda Prioritas Kerja Sama Bilateral
Dalam pertemuan penting tersebut, kedua pemimpin membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi prioritas bersama. Diskusi mencakup berbagai isu krusial yang relevan bagi kedua negara. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk memperdalam hubungan bilateral dan mencapai tujuan bersama.
Beberapa isu utama yang dibahas meliputi kerja sama di bidang pertahanan yang vital untuk keamanan regional. Selain itu, pengembangan energi bersih juga menjadi fokus utama untuk keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. Sektor pendidikan dan riset juga mendapatkan perhatian serius dari kedua belah pihak untuk pengembangan sumber daya manusia.
Pelaksanaan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) turut menjadi bahasan penting. Perjanjian ini telah mencapai kesepakatan politik pada Juli 2025 dan penandatanganan diharapkan pada September 2025, dengan target ratifikasi pada tahun 2027. I-EU CEPA akan menghapuskan tarif pada sekitar 80% ekspor Indonesia ke Uni Eropa.
Advertisement
Presiden Prabowo sangat berharap bahwa berbagai kesepakatan dan inisiatif yang sedang dikembangkan akan semakin mempererat hubungan. Inisiatif ini diharapkan menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah langkah maju menuju kemitraan yang lebih kuat dan berkelanjutan di masa depan.
Sumber: AntaraNews