Presiden Prabowo Tinjau Panen Raya Udang Kebumen, Dorong Modernisasi Budidaya Nasional

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan Panen Raya Udang Kebumen di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), menunjukkan komitmen pemerintah dalam modernisasi budidaya udang dan peningkatan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Presiden Prabowo Tinjau Panen Raya Udang Kebumen, Dorong Modernisasi Budidaya Nasional
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan Panen Raya Udang Kebumen di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), menunjukkan komitmen pemerintah dalam modernisasi budidaya udang dan peningkatan ekonomi lokal. (AntaraNews)

Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja ke Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5) untuk meninjau Panen Raya Udang. Kunjungan ini berpusat di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan. Kedatangan Presiden Prabowo bertujuan untuk melihat langsung operasional dan capaian produktivitas tambak udang modern tersebut.

Dalam tinjauannya, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Beliau tiba menggunakan kendaraan dinas Maung Garuda dan langsung mendapatkan penjelasan mengenai produk serta fasilitas tambak. Kunjungan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap sektor perikanan budidaya di Indonesia.

Presiden tidak hanya meninjau, tetapi juga secara langsung mempraktikkan proses panen udang menggunakan metode jaring di salah satu kolam. Interaksi ini menunjukkan perhatian mendalam Presiden terhadap detail operasional dan potensi pengembangan budidaya udang nasional. Dialog dengan petugas lapangan juga dilakukan untuk memahami aktivitas harian di tambak.

Inovasi dan Infrastruktur Tambak BUBK Kebumen

Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen merupakan proyek strategis yang dibangun dalam rentang waktu 2022 hingga 2023. Proyek ini dirancang untuk menjadi percontohan modernisasi budidaya udang di Indonesia. Dengan luas total 100 hektare, 65 hektare di antaranya telah beroperasi penuh dan menunjukkan hasil optimal.

Infrastruktur kawasan ini sangat terintegrasi, mencakup 139 kolam produksi yang efisien. Selain itu, terdapat sistem intake air laut yang canggih serta tandon utama seluas 3 hektare untuk menjaga kualitas air. Saluran inlet dan outlet juga dirancang khusus untuk mendukung sirkulasi air yang optimal di seluruh area tambak.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian utama dengan adanya 17 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) klaster dan IPAL utama seluas 2 hektare. Fasilitas pendukung lainnya seperti laboratorium, gudang pakan, bangsal panen, dan workshop melengkapi kompleks budidaya ini. Keberadaan fasilitas ini memastikan operasional tambak berjalan lancar dan berkelanjutan.

Capaian Produktivitas dan Kontribusi Ekonomi

Memasuki tahun keempat operasionalnya dengan siklus produksi kedelapan, BUBK Kebumen telah mencatat capaian produktivitas yang mengesankan. Proyek strategis ini berhasil menunjukkan potensi besar dalam industri budidaya udang nasional. Produktivitas optimal ini menjadi bukti keberhasilan implementasi teknologi modern.

Hingga saat ini, total produksi udang dari BUBK Kebumen telah mencapai 1.151.497 kg. Angka ini merefleksikan kapasitas produksi yang tinggi dan efisiensi operasional tambak. Kontribusi signifikan juga terlihat dari nilai ekonomi sebesar Rp83.349.216.000 yang dihasilkan.

Selain itu, BUBK Kebumen turut memberikan kontribusi kepada negara dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dari sisi ketenagakerjaan, tambak ini menjadi penggerak ekonomi lokal dengan menyerap 145 tenaga kerja tetap. Sekitar 500 tenaga harian lepas juga diberdayakan setiap harinya, menunjukkan dampak positif terhadap masyarakat sekitar.

Visi Modernisasi Budidaya Udang Nasional

Kunjungan Presiden Prabowo ke BUBK Kebumen menegaskan komitmen pemerintah untuk memajukan sektor perikanan budidaya. Proyek ini diharapkan menjadi tolok ukur bagi modernisasi budidaya udang di seluruh Indonesia. Pengembangan tambak udang modern akan terus didorong untuk meningkatkan produksi dan daya saing.

Pemerintah berupaya menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri udang global melalui inovasi dan teknologi. Peningkatan produktivitas dan efisiensi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan ini. Dukungan terhadap proyek-proyek strategis seperti BUBK Kebumen akan terus diperkuat.

Dengan fasilitas terintegrasi dan capaian produksi yang optimal, BUBK Kebumen menjadi contoh nyata keberhasilan investasi di sektor perikanan. Harapannya, model ini dapat direplikasi di daerah lain untuk menciptakan lebih banyak pusat produksi udang modern. Hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi